Dewan Perwakilan Rakyat Tekankan Penerapan Prinsip ESG Menjadi Tuntutan Bagi Perusahaan Tambang

Rabu, 04 Februari 2026 | 09:22:03 WIB
Dewan Perwakilan Rakyat Tekankan Penerapan Prinsip ESG Menjadi Tuntutan Bagi Perusahaan Tambang

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat menegaskan bahwa implementasi prinsip Environmental Social and Governance kini telah menjadi kewajiban mutlak bagi industri pertambangan.

Langkah ini dianggap sangat krusial guna memastikan keberlanjutan sektor energi nasional di tengah pengawasan ketat dari pasar modal global serta komunitas internasional saat ini.

Penerapan standar lingkungan dan sosial yang baik tidak lagi sekadar pilihan bagi korporasi melainkan syarat utama untuk menjaga reputasi serta daya saing di masa depan.

Transformasi Standar Operasional Industri Pertambangan Nasional

Pihak parlemen menyebutkan bahwa transformasi menuju praktik penambangan yang lebih hijau merupakan respons terhadap tuntutan global yang menginginkan operasional bisnis lebih ramah terhadap lingkungan.

Perusahaan tambang yang mengabaikan aspek ESG diprediksi akan mengalami kesulitan dalam mengakses pendanaan dari lembaga keuangan internasional yang kini semakin selektif dalam menyalurkan modalnya.

Oleh karena itu, penyelarasan antara target keuntungan perusahaan dengan tanggung jawab sosial harus dilakukan secara terintegrasi guna menciptakan ekosistem industri migas dan tambang yang sehat.

Dukungan Regulasi Untuk Penerapan Green Mining Indonesia

Dewan Perwakilan Rakyat berkomitmen untuk memperkuat kerangka regulasi yang mendukung penguatan aspek lingkungan pada aktivitas pengerukan sumber daya alam di berbagai wilayah Indonesia.

Dukungan legislasi ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha yang telah berinvestasi besar dalam teknologi pengelolaan limbah dan reklamasi lahan pascatambang.

Regulasi yang jelas diharapkan mampu mendorong lebih banyak perusahaan untuk mengadopsi standar internasional dalam setiap tahapan operasional mereka, mulai dari eksplorasi hingga tahap pengapalan komoditas.

Peran Perusahaan Dalam Kesejahteraan Masyarakat Lokal

Selain faktor lingkungan, aspek sosial dalam ESG menuntut perusahaan untuk memberikan dampak positif yang nyata bagi peningkatan taraf hidup warga yang tinggal di sekitar lokasi tambang.

Program pemberdayaan masyarakat harus dirancang secara berkelanjutan agar warga setempat tetap memiliki kemandirian ekonomi meskipun aktivitas pertambangan di wilayah tersebut suatu saat nanti telah berakhir.

Keterlibatan aktif perusahaan dalam pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan menjadi parameter penting dalam menilai keberhasilan penerapan prinsip tata kelola sosial yang baik oleh pihak manajemen.

Tantangan Transparansi Dan Tata Kelola Perusahaan Tambang

Aspek tata kelola atau governance menjadi pilar ketiga yang menuntut adanya transparansi penuh dalam setiap laporan keuangan serta proses pengambilan keputusan strategis di dalam internal perusahaan.

Praktik bisnis yang bersih dari korupsi serta kepatuhan terhadap seluruh aturan perpajakan menjadi indikator utama bahwa sebuah perusahaan tambang telah menjalankan prinsip tata kelola yang profesional.

Pernyataan mengenai urgensi standar global ini disampaikan oleh jajaran anggota dewan dalam rapat kerja yang berlangsung pada hari Selasa 3 Februari 2026 di gedung parlemen.

Membangun Masa Depan Energi Indonesia Yang Berkelanjutan

Penerapan ESG secara konsisten diyakini akan meningkatkan nilai tawar komoditas tambang asal Indonesia di pasar dunia yang kini semakin peduli terhadap isu-isu perubahan iklim.

Sinergi antara pemerintah, parlemen, dan pelaku usaha menjadi kunci utama agar sektor pertambangan tetap menjadi motor penggerak ekonomi tanpa harus mengorbankan kelestarian alam bagi generasi mendatang.

Keberhasilan dalam mengadopsi standar ini akan menentukan posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam industri energi yang bertanggung jawab serta berorientasi pada keberlanjutan lingkungan hidup dalam jangka panjang.

Terkini