JAKARTA - Pemerintah menegaskan harga daging sapi tetap terkendali menjelang momen Ramadhan dan Idul Fitri.
Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat. Langkah ini dilakukan melalui pengawasan ketat produsen dan distributor.
Kebijakan Pemerintah Atur Harga Sapi Hidup
Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan produsen dan distributor akan ditindak tegas. “Begitu menemukan harga di atas HET, jangan kejar pedagang pasarnya, tapi kejar distributor dan produsennya. Minyak goreng dan daging tidak ada ampun,” tegas Amran. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah menjaga keterjangkauan komoditas strategis.
Menurut Amran, komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, dan gula tidak memiliki alasan naik harga karena stok melimpah. Harga sapi hidup ditetapkan sebesar Rp55.000 per kilogram. Kebijakan ini berlaku selama Ramadhan hingga Idul Fitri 2026 agar pedagang memberikan harga wajar.
Tindakan Tegas terhadap Feedlotter
Apabila feedlotter melepas sapi atau kerbau dengan harga di atas Rp55.000 per kilogram, pemerintah akan melakukan tindakan tegas. Amran menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku untuk menjaga stabilitas pasar. Langkah ini diharapkan berdampak positif pada Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen.
HAP tingkat produsen sapi hidup ditetapkan Rp56.000 hingga Rp58.000 per kilogram. Sedangkan HAP tingkat konsumen untuk daging sapi segar (chilled) paha depan Rp130.000 per kilogram dan paha belakang Rp140.000 per kilogram. Daging beku juga diatur, termasuk paha depan beku Rp105.000 per kilogram dan daging kerbau beku Rp80.000 per kilogram.
Kondisi Pasar dan Komitmen Pedagang
Rozali, pedagang daging sapi di Pasar Minggu, Jakarta, mengatakan harga jual saat ini Rp135.000 per kilogram. “Harganya sekarang Rp135.000 per kilo. Itu memang harga jual kami di lapak,” jelas Rozali. Menurutnya, fluktuasi harga karkas di RPH tidak berdampak signifikan pada harga pasar karena pasokan mencukupi.
Rozali menambahkan bahwa harga daging sapi dijaga agar tidak melebihi Rp140.000 per kilogram. “Kami juga sudah kerja sama dengan pemasok supaya harga tetap dijaga. Yang penting stok ada dan pembeli tidak terbebani,” tegasnya. Hal ini menunjukkan keseriusan pedagang menjaga stabilitas harga.
Hal senada diungkapkan pedagang lain, Apit, yang menyebut harga jual tetap stabil. “Kami ambil dari RPH Cilangkap dan Cakung. Untuk sekarang pasokan aman, jadi harga bisa dijaga tetap stabil,” jelasnya. Ketersediaan stok yang lancar menjadi kunci menjaga harga tetap terkendali.
Proyeksi Harga Menjelang Idul Fitri
Para pedagang optimistis harga daging sapi akan tetap stabil hingga Lebaran. Informasi dari RPH memastikan pasokan aman hingga periode tersebut. “Dari RPH juga bilang aman sampai Idul Fitri. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir atau panik,” kata Apit.
Pemerintah menekankan pentingnya pengawasan distributor untuk mencegah lonjakan harga. Selain itu, produsen didorong untuk bekerja sama dengan pedagang agar stok tetap aman. Strategi ini diharapkan menjaga keterjangkauan harga bagi seluruh masyarakat.
Kesepakatan harga sapi hidup juga berdampak langsung pada HAP konsumen. Hal ini memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga selama momen keagamaan. Pemerintah berkomitmen mengawasi setiap langkah produsen dan distributor secara ketat.
Dukungan Stabilitas Pasar Pangan Strategis
Upaya menjaga stabilitas harga daging sapi menjadi bagian dari strategi nasional. Selain sapi, komoditas strategis lain seperti minyak goreng dan gula juga diawasi. Pemerintah menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran HET.
Pedagang pun menyambut baik kebijakan ini karena memberikan kepastian harga. Stok yang cukup membuat pasar tetap stabil. Konsumen pun bisa membeli daging sapi dengan harga terjangkau tanpa khawatir lonjakan harga.
Langkah pengawasan dan kerjasama antara pemerintah dan pedagang diharapkan terus berjalan. Dengan demikian, masyarakat akan merasakan manfaat langsung dari kebijakan harga yang terkendali. Stabilitas ini menjadi prioritas menjelang periode Ramadhan dan Idul Fitri.