Menuju Sejarah Baru: Final Piala Liga Inggris Jadi Gerbang Quadruple bagi Arsenal dan City

Kamis, 05 Februari 2026 | 09:25:24 WIB
Menuju Sejarah Baru: Final Piala Liga Inggris Jadi Gerbang Quadruple bagi Arsenal dan City

JAKARTA - Peta persaingan sepak bola Inggris musim 2025-2026 kini mengerucut pada satu titik temu yang sangat krusial di Stadion Wembley. Pertarungan antara Arsenal melawan Manchester City di partai puncak Piala Liga Inggris (Carabao Cup) bukan sekadar perebutan trofi domestik biasa. Laga ini diprediksi akan menjadi babak pembuka dari ambisi yang jauh lebih besar: perburuan status quadruple winners. Dengan kedua tim yang masih perkasa di berbagai kompetisi, laga final nanti akan menjadi indikator awal siapa yang paling siap mendominasi seluruh gelar yang tersedia musim ini.

Langkah Mantap Menuju Panggung Wembley

Jadwal final Arsenal vs Manchester City di Piala Liga Inggris 2025-2026 telah secara resmi dipastikan. Pertemuan dua kekuatan raksasa ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Wembley, London, pada hari Minggu, 22 Maret 2026 malam WIB. Perjalanan menuju final ini dilalui kedua tim dengan performa yang impresif, membuktikan bahwa mereka memang berada di level yang berbeda dibandingkan para pesaing lainnya.

Arsenal menjadi tim pertama yang mengamankan tempat di laga puncak. Skuad asuhan Mikel Arteta tersebut tampil disiplin saat meredam perlawanan Chelsea di Stadion Emirates pada Rabu, 4 Februari 2026 dini hari WIB. Dengan kemenangan tipis 1-0 di leg kedua, The Gunners berhak melaju berkat keunggulan agregat 4-2, setelah sebelumnya memenangkan duel sengit 3-2 pada leg pertama di markas lawan.

Langkah Arsenal kemudian disusul oleh Manchester City sehari kemudian. The Citizens tidak memberikan ruang bagi kejutan saat menjamu Newcastle United pada Kamis, 5 Februari 2026 dini hari WIB. Kemenangan meyakinkan 3-1 di Etihad Stadium membuat tim asuhan Pep Guardiola melenggang ke final dengan keunggulan agregat mutlak 5-1. Hasil ini menegaskan bahwa City masih menjadi kekuatan yang sangat menakutkan di turnamen sistem gugur.

Misi Menghapus Dahaga Trofi Meriam London

Bagi Arsenal, partai final ini memiliki urgensi yang sangat besar. Publik Emirates Stadium sudah sangat merindukan momen mengangkat trofi mayor sejak terakhir kali memenangi Piala FA pada musim 2019-2020. Meski sempat mencicipi gelar Community Shield pada tahun 2023, ajang tersebut sering kali dianggap sekadar pembuka musim dan bukan merupakan trofi prestisius yang setara dengan gelar liga atau piala domestik utama.

Piala Liga Inggris 2025-2026 menjadi kesempatan emas bagi Arsenal untuk menegaskan kembalinya kejayaan mereka. Kemenangan di Wembley tidak hanya akan menghapus dahaga trofi selama hampir enam tahun, tetapi juga memberikan validasi atas transformasi luar biasa yang dilakukan klub di bawah arahan manajemen saat ini. Gelandang andalan mereka, Declan Rice, bahkan mengakui tantangan berat yang mereka hadapi saat melawan Chelsea yang kian ganas di bawah asuhan Liam Rosenior, namun semangat juara Arsenal terbukti masih lebih kuat.

Upaya Manchester City Mengejar Rekor Liverpool

Di sisi lain, Manchester City menatap final ini dengan ambisi untuk semakin memperkokoh warisan mereka di kompetisi Piala Liga. Saat ini, tim Manchester Biru telah mengoleksi delapan trofi di ajang ini. Jika berhasil menumbangkan Arsenal di final nanti, City akan semakin mendekati raihan Liverpool yang saat ini masih memegang rekor pengoleksi terbanyak dengan 10 kali juara.

Dominasi City di ajang ini memang tidak perlu diragukan lagi, terutama sejak kedatangan Pep Guardiola. Dari delapan gelar yang telah mereka raih, lima di antaranya didapatkan pada era manajer asal Spanyol tersebut. Konsistensi luar biasa ini menjadikan City sebagai favorit kuat, namun mereka sadar bahwa Arsenal musim ini bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan.

Titik Awal Ambisi Quadruple yang Ambisius

Hal yang membuat final ini semakin menarik untuk diulas adalah posisi kedua tim di kancah kompetisi lain. Baik Arsenal maupun Manchester City sama-sama masih aktif melaju di empat kompetisi berbeda. Keduanya masih memiliki peluang terbuka di Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala FA. Situasi ini membuat laga di Wembley nanti terasa seperti gong pembuka bagi misi meraih quadruple.

Kemenangan di Piala Liga sering kali dianggap sebagai pemicu momentum bagi tim untuk menyapu bersih gelar-gelar berikutnya. Trofi pertama di musim ini akan memberikan suntikan mental yang sangat signifikan bagi skuat pemenang. Siapa pun yang berhasil mengangkat piala pada 22 Maret mendatang akan memiliki modal psikologis yang besar untuk menghadapi sisa musim yang semakin padat dan penuh tekanan. Sebaliknya, bagi tim yang kalah, mereka harus segera bangkit agar kegagalan di final pertama tidak merembet ke kompetisi lainnya.

Wembley kini tengah bersiap menyambut ribuan pendukung dari kedua kubu dalam laga yang diprediksi akan berjalan sangat taktis dan intens. Apakah Arsenal akan memulai era baru kejayaan mereka dengan menghapus puasa gelar, ataukah Manchester City yang akan melanjutkan hegemoninya di Piala Liga sekaligus mengincar rekor baru? Seluruh mata pecinta sepak bola akan tertuju pada London bulan Maret mendatang.

Terkini