Daya Saing Global Sulsel: Realisasi Investasi 2025 Lampaui Target RPJMD

Kamis, 05 Februari 2026 | 11:06:50 WIB
Daya Saing Global Sulsel: Realisasi Investasi 2025 Lampaui Target RPJMD

JAKARTA - Provinsi Sulawesi Selatan semakin mengukuhkan posisinya sebagai lokomotif ekonomi di kawasan timur Indonesia. Sepanjang tahun 2025, bumi "Anging Mammiri" ini mencatatkan lonjakan kinerja ekonomi yang sangat impresif, melampaui berbagai ekspektasi dan target formal yang telah ditetapkan. Berdasarkan data terbaru, realisasi investasi di Sulawesi Selatan menyentuh angka fantastis Rp19,544 triliun. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan simbol kuatnya kepercayaan para pemodal terhadap iklim usaha dan kebijakan pembangunan yang konsisten dijalankan oleh pemerintah daerah.

Pertumbuhan investasi ini mencapai 39,25 persen jika dikomparasikan dengan pencapaian tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp14,035 triliun. Lebih membanggakan lagi, perolehan di tahun 2025 tersebut melampaui target yang dipatok dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dengan realisasi yang ada, Sulsel berhasil menembus 118 persen dari target awal yang ditetapkan sebesar Rp16,610 triliun. Pencapaian di atas seratus persen ini menandakan bahwa strategi akselerasi ekonomi yang diterapkan berada di jalur yang sangat tepat.

Dominasi Modal Domestik dan Kontribusi Strategis Asing

Menelaah struktur permodalan yang masuk, arus investasi ke Sulawesi Selatan menunjukkan komposisi yang sangat sehat. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih memegang peran sentral sebagai tulang punggung ekonomi daerah dengan nilai investasi sebesar Rp11,528 triliun. Angka ini mencerminkan tingginya optimisme pelaku usaha nasional terhadap prospek pasar dan stabilitas ekonomi di Sulawesi Selatan.

Di sisi lain, daya tarik Sulsel di mata internasional juga kian bersinar. Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbangkan kontribusi signifikan sebesar Rp8,016 triliun. Masuknya modal asing secara berkelanjutan ini menunjukkan bahwa standar pelayanan dan potensi sumber daya alam yang ditawarkan telah memenuhi ekspektasi investor global. Sinergi antara kekuatan investor domestik dan aliran modal mancanegara inilah yang menjadi mesin utama penggerak geliat ekonomi Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2025.

Multiplayer Effect: Penyerapan Puluhan Ribu Tenaga Kerja

Dampak nyata dari derasnya aliran modal tersebut langsung dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya dalam hal ketersediaan lapangan kerja. Peningkatan nilai investasi berbanding lurus dengan serapan tenaga kerja yang melonjak sebesar 12,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat, sebanyak 26.130 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terserap ke dalam berbagai proyek dan sektor usaha baru yang bermunculan.

Selain tenaga kerja lokal, terdapat pula 294 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang terlibat dalam berbagai sektor teknis dan manajerial. Kehadiran ribuan lapangan kerja baru ini menjadi bukti bahwa investasi bukan sekadar urusan perpindahan modal, melainkan solusi nyata dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di Sulawesi Selatan. Geliat ekonomi yang tercipta dari aktivitas industri dan perdagangan telah memberikan dampak domino yang positif bagi kesejahteraan daerah.

Sektor Unggulan dan Transformasi Pelayanan Perizinan

Keberhasilan Sulawesi Selatan dalam menarik minat investor tersebar di berbagai sektor strategis. Berdasarkan data realisasi, sektor pertambangan masih menjadi magnet utama. Namun, diverisifikasi ekonomi juga terlihat menguat pada sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran; perdagangan dan reparasi; transportasi, pergudangan, dan komunikasi; serta industri makanan yang tetap menjadi kekuatan utama di sektor primer.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Selatan, Asrul Sani, menegaskan bahwa tren positif ini merupakan buah dari penguatan daya saing daerah. “Secara keseluruhan, data tahun 2025 menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan terus memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi yang menarik di Indonesia, didukung oleh kekuatan sektor primer dan kepercayaan investor domestik maupun mancanegara,” ungkapnya.

Pencapaian ini tentu tidak lepas dari kepemimpinan strategis Gubernur Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan secara konsisten mendorong penyederhanaan birokrasi dan kemudahan dalam aspek perizinan usaha. Melalui transformasi layanan di DPMPTSP, hambatan-hambatan administratif yang dulu sering dikeluhkan kini mulai terkikis, berganti dengan sistem pelayanan yang lebih transparan dan efisien.

Komitmen Berlanjut untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Langkah-langkah strategis yang diambil pemprov bertujuan menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif agar para investor merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya. Asrul Sani menambahkan bahwa arahan gubernur sangat jelas: pelayanan perizinan harus memberikan kemudahan nyata. Dengan demikian, investasi yang masuk tidak hanya menggairahkan angka-angka dalam tabel pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang emas bagi masyarakat Sulsel untuk terlibat aktif dalam roda pembangunan.

Dengan pencapaian yang telah melampaui target RPJMD di tahun 2025, Sulawesi Selatan kini menatap masa depan dengan lebih optimis. Tantangan berikutnya adalah bagaimana menjaga konsistensi pertumbuhan ini agar tetap berkelanjutan. Keberhasilan tahun ini menjadi pondasi kuat bagi Sulsel untuk terus berinovasi, memperkuat infrastruktur pendukung investasi, dan memastikan bahwa setiap rupiah yang ditanamkan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi rakyat Sulawesi Selatan.

Terkini