Kurs Rupiah Menguat Tipis Terimbas Sentimen Risk On Global Hari Ini

Senin, 09 Februari 2026 | 13:40:22 WIB
Kurs Rupiah Menguat Tipis Terimbas Sentimen Risk On Global Hari Ini

JAKARTA - Dinamika pasar keuangan global pada pembukaan pekan kedua Februari 2026 menunjukkan sinyal positif yang turut memberikan napas lega bagi mata uang Garuda. Di tengah fluktuasi ekonomi dunia, nilai tukar rupiah menunjukkan daya tahan yang cukup stabil terhadap gempuran dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan pantauan pasar, Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, bergerak menguat 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.872 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.876 per dolar AS.

Meskipun penguatan ini terlihat tipis secara nominal, pergerakan tersebut mencerminkan adanya respons positif pasar terhadap kondisi eksternal yang mulai membaik. Para pelaku pasar nampaknya mulai kembali berani mengambil risiko, yang secara otomatis memberikan tekanan jual pada greenback dan menguntungkan mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Dampak Sentimen "Risk-On" dan Perburuan Saham Murah di Wall Street

Kondisi pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh tren investasi global yang sedang beralih ke aset-aspek yang lebih berisiko namun menguntungkan. Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah di tengah sentimen risk-on global. Tren ini biasanya terjadi ketika investor merasa cukup percaya diri terhadap stabilitas ekonomi masa depan.

Lebih lanjut, Lukman menjelaskan bahwa optimisme ini tidak muncul begitu saja, melainkan merupakan rembesan dari performa pasar saham di Negeri Paman Sam. “Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk on global,” Dia menyampaikan sentimen risk on berasal dari pasar ekuitas global yang cenderung mengekori saham-saham di AS.

Fenomena ini dipicu oleh aktivitas para investor di bursa New York yang mulai melakukan aksi beli selektif. Saat ini, rebound terjadi di Wall Street yang menjadi bagian dari bargain hunting (perburuan harga murah), terutama pada sektor teknologi yang telah terkoreksi dalam beberapa waktu terakhir. Pulihnya sektor teknologi di AS memberikan efek domino bagi kepercayaan diri investor di pasar keuangan Asia, termasuk Indonesia.

Menakar Kekuatan Domestik dan Antisipasi Data Kepercayaan Konsumen

Meskipun angin segar berhembus dari pasar global, mata uang rupiah tetap harus menghadapi realitas kondisi internal yang masih cukup menantang. Kekuatan penguatan rupiah hari ini diperkirakan tidak akan terlalu agresif karena pasar masih memantau indikator-indikator ekonomi dalam negeri. Namun, lanjutnya, penguatan diprediksi terbatas mengingat sentimen domestik yang masih lemah.

Kini, fokus utama para pelaku pasar dalam negeri tertuju pada rilis data ekonomi strategis yang akan dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Angka-angka ini akan menjadi cerminan seberapa kuat daya beli dan optimisme masyarakat Indonesia terhadap kondisi ekonomi saat ini. “Investor menantikan data survei kepercayaan konsumen siang ini. Indeks kepercayaan konsumen Indonesia diperkirakan sedikit naik dari 123.5 ke 123.9,” ungkap Lukman. Kenaikan tipis pada indeks ini diharapkan mampu memberikan dukungan fundamental bagi pergerakan nilai tukar di sesi perdagangan berikutnya.

Proyeksi Rentang Pergerakan Rupiah dan Kewaspadaan Pasar

Secara teknis, pergerakan rupiah hari ini masih akan berada dalam koridor yang cukup lebar namun tetap dalam kendali sentimen positif global. Interaksi antara penguatan eksternal dan kehati-hatian domestik akan membentuk pola perdagangan yang stabil hingga penutupan pasar sore nanti.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp16.800-Rp16.900 per dolar AS pada hari ini. Prediksi ini memberikan gambaran bahwa meskipun ada ruang untuk menguat lebih jauh, level psikologis di angka Rp16.800 masih menjadi tantangan yang perlu ditembus dengan dukungan data ekonomi yang lebih solid. Para investor disarankan untuk tetap memantau rilis survei konsumen tersebut, karena hasil yang lebih baik dari ekspektasi dapat menjadi katalisator bagi rupiah untuk menutup hari dengan performa yang lebih impresif.

Terkini