Sinergi Polsek Plered dan Petani Purwakarta Demi Kedaulatan Pangan Nasional

Kamis, 12 Februari 2026 | 11:35:43 WIB
Sinergi Polsek Plered dan Petani Purwakarta Demi Kedaulatan Pangan Nasional

JAKARTA - Sektor pertanian bukan sekadar urusan cangkul dan lahan, melainkan fondasi kedaulatan sebuah bangsa. Menyadari hal tersebut, jajaran kepolisian tidak lagi hanya berdiri di lini depan pengamanan wilayah, tetapi juga turun ke pematang sawah. Di Purwakarta, langkah nyata ini ditunjukkan oleh Polsek Plered melalui program silaturahmi rutin kepada para petani guna memastikan roda produksi pangan di tingkat lokal tetap berputar kencang.

Langkah ini merupakan manifestasi dari komitmen Polri dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintah. Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas, aparat kepolisian kini menjadi mitra diskusi bagi para petani dan peternak di desa-desa binaan, menciptakan jembatan komunikasi yang selama ini mungkin jarang tersentuh secara intensif.

Transformasi Peran Polri di Sektor Pertanian

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, melalui Kapolsek Plered, AKP Ali Murtadho, menegaskan bahwa peran kepolisian saat ini telah berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Keamanan wilayah tidak dapat dipisahkan dari stabilitas ketersediaan pangan. Jika perut rakyat kenyang dan petani sejahtera, maka kondusivitas wilayah akan lebih mudah terjaga.

Kegiatan sambang ketahanan pangan ini bukan sekadar kunjungan formalitas. Para personel Bhabinkamtibmas hadir untuk memberikan edukasi sekaligus menyerap kegelisahan yang dirasakan oleh para pelaku usaha tani. Tantangan zaman, mulai dari perubahan iklim hingga dinamika ekonomi global, menuntut adanya pendampingan yang lebih humanis bagi masyarakat agraris.

Mendengar Aspirasi dari Akar Rumput

Salah satu inti dari kegiatan rutin ini adalah mendengarkan langsung apa yang menjadi kendala di lapangan. AKP Ali Murtadho menjelaskan bahwa melalui pendekatan interaktif, kepolisian ingin mengetahui hambatan-hambatan teknis maupun non-teknis yang dihadapi petani, mulai dari urusan distribusi hasil panen hingga fluktuasi harga pasar.

“Melalui pendekatan interaktif, Bhabinkamtibmas tidak hanya menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berdiskusi mengenai langkah-langkah yang bisa diambil untuk meningkatkan produksi pangan lokal, termasuk solusi atas kendala yang mereka hadapi, baik dalam hal distribusi, harga, maupun teknik bertani yang lebih efisien,” ungkap Ali, pada Rabu, 11 Februari 2026.

Diskusi dua arah ini diharapkan mampu memicu inovasi di tingkat desa. Dengan kehadiran Polri, petani merasa memiliki sandaran untuk melaporkan jika terjadi praktik-praktik yang merugikan mereka, seperti penimbunan pupuk atau permainan harga oleh tengkulak yang tidak bertanggung jawab.

Menjaga Stabilitas di Tengah Tantangan Global

Dunia saat ini sedang menghadapi ketidakpastian pangan yang dipicu oleh berbagai konflik internasional dan krisis iklim. Oleh karena itu, memperkuat sentra-sentra pertanian lokal seperti di wilayah Plered, Purwakarta, menjadi harga mati. Kapolsek Plered menekankan bahwa Polri memikul tanggung jawab ganda dalam hal ini: sebagai pelindung masyarakat sekaligus pengawal program strategis negara.

“Polri tidak hanya bertugas untuk menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung keberlangsungan produksi pangan Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang menjadi sentra pertanian dan peternakan. Kegiatan sambang ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ketahanan pangan di tengah kondisi global yang penuh tantangan,” ungkap Ali.

Kesadaran kolektif adalah kunci. Dengan rutin menyambangi petani, personil Polsek Plered secara tidak langsung sedang membangun benteng pertahanan pangan dari level yang paling dasar. Masyarakat diajak untuk melihat bahwa bertani bukan sekadar pekerjaan tradisional, melainkan tugas mulia untuk menghidupi bangsa.

Membangun Sinergi Berkelanjutan

Harapan besar digantungkan pada konsistensi program ini. AKP Ali Murtadho menginginkan agar Bhabinkamtibmas benar-benar menjadi agen perubahan yang mempererat hubungan antara kebijakan pemerintah pusat dengan realitas di pedesaan. Sinergi yang kuat antara Polri, petani, dan peternak akan menciptakan ekosistem pangan yang sehat dan berkelanjutan.

Pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pun kini lebih mudah diterima karena disampaikan dalam suasana kekeluargaan di lahan pertanian. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan persuasif jauh lebih efektif dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Visi Besar untuk Pangan Indonesia

Mengakhiri keterangannya, AKP Ali Murtadho menekankan bahwa keberhasilan ketahanan pangan nasional sangat bergantung pada ketersediaan pangan di tingkat lokal yang berkualitas dan mencukupi. Tanpa adanya jaminan keamanan dan dukungan moril bagi para petani, target besar pemerintah akan sulit tercapai.

“Dengan langkah-langkah yang diambil oleh Bhabinkamtibmas, kami berharap bisa memperkuat kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan di kalangan masyarakat serta menciptakan sinergi antara kepolisian dan masyarakat untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas di Indonesia,” ucap AKP Ali Murtadho.

Melalui konsistensi Polsek Plered dalam menyambangi petani, diharapkan Purwakarta mampu menjadi salah satu daerah penyangga pangan yang solid, sekaligus menjadi contoh bagi wilayah lain bahwa kolaborasi antara aparat keamanan dan petani adalah resep ampuh dalam menjaga kedaulatan pangan bangsa di masa depan.

Terkini