Kemenhub Siapkan 5 Jalur Penyeberangan Laut untuk Lintas Jawa Sumatera

Rabu, 18 Februari 2026 | 10:31:15 WIB
Kemenhub Siapkan 5 Jalur Penyeberangan Laut untuk Lintas Jawa Sumatera

JAKARTA - Arus mudik Lebaran selalu menjadi momen besar yang membutuhkan persiapan matang, terutama pada jalur penghubung Jawa dan Sumatera. 

Pemerintah berupaya memastikan mobilitas masyarakat berjalan aman dan tertib melalui berbagai langkah strategis. Salah satu fokus utama adalah optimalisasi jalur penyeberangan laut yang setiap tahun mengalami lonjakan penumpang dan kendaraan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyiapkan lima jalur penyeberangan laut untuk memperlancar lintas Jawa–Sumatera saat pelaksanaan angkutan Lebaran 2026. 

Kebijakan ini diambil guna mengantisipasi peningkatan pergerakan masyarakat selama periode mudik dan arus balik. Penambahan dan pengaturan lintas diharapkan mampu mengurai kepadatan yang biasa terjadi.

Kelima jalur penyeberangan laut tersebut meliputi lintas Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Ciwandan menuju Pelabuhan PT Wijaya Karya Beton, serta Pelabuhan Ciwandan menuju Pelabuhan Bakauheni. 

Skema ini dirancang untuk membagi beban penumpang dan kendaraan secara merata. Dengan demikian, antrean panjang dapat ditekan sejak awal.

Penguatan Lintas Strategis Penyeberangan

“Lalu, Pelabuhan BBJ Bojonegoro menuju BBJ Muara Pilu, serta dari Pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera menuju Pelabuhan Panjang,” kata Dudy. Penambahan lintas ini memperluas opsi penyeberangan bagi kendaraan maupun penumpang. Langkah tersebut sekaligus menjadi strategi distribusi arus agar tidak terpusat di satu titik.

Dudy mengimbau semua operator dapat mempersiapkan layanan secara optimal terkait angkutan Lebaran. Koordinasi antara pengelola pelabuhan dan operator kapal menjadi kunci kelancaran operasional. Kesiapan armada serta sumber daya manusia harus dipastikan sejak jauh hari.

“Dengan pengaturan ini diharapkan bisa melayani dengan baik masyarakat dan kami sudah minta Pelabuhan BBJ untuk mempersiapkan 12 unit kapal yang akan mengangkut kendaraan besar, di Pelabuhan Ciwandan juga sudah menyiapkan 12 unit kapal yang akan mengangkut masyarakat yang hendak menyeberang,” ucap dia.

Pernyataan tersebut menegaskan kesiapan armada dalam menghadapi lonjakan permintaan. Kapal-kapal tersebut difokuskan untuk mengakomodasi kendaraan besar dan penumpang umum.

Penerapan Sistem Tunda dan Rekayasa Lalu Lintas

Di samping itu, Dudy mengutarakan bahwa pihaknya juga akan menerapkan sistem tunda di Pelabuhan Bakauheni. Sistem ini akan tersebar di 10 titik jalan tol dan jalan arteri di sekitarnya. Tujuannya untuk mengatur arus kendaraan agar tidak menumpuk di area pelabuhan.

“Kami menyiapkan untuk membantu semua kesiapan agar penyeberangan ini lancar. Untuk Pelabuhan BBJ Bojonegara nanti akan melayani truk golongan besar VIII dan IX, Pelabuhan Bakauheni disiapkan tanpa pengalihan kendaraan, dan Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera disiapkan sebagai langkah kontingensi,” tambahnya. 

Skema tersebut menunjukkan pembagian fungsi tiap pelabuhan secara jelas. Dengan pengaturan ini, kendaraan besar dan kendaraan pribadi dapat diarahkan sesuai kapasitas pelabuhan.

Rekayasa lalu lintas menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran penyeberangan. Pengaturan berbasis titik tunda diharapkan mampu menghindari kemacetan panjang yang berpotensi mengganggu jadwal keberangkatan kapal. Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan sistem berjalan efektif.

Kapasitas Angkutan Laut dan Penyeberangan

Sebagai informasi, angkutan laut Lebaran 2026 tersedia sarana sebanyak 829 unit kapal dengan kapasitas 3,26 juta penumpang. Prasarana yang tersedia meliputi 636 pelabuhan laut di berbagai wilayah Indonesia. Data ini menunjukkan kesiapan sektor laut dalam mendukung mobilitas nasional.

Untuk transportasi penyeberangan, tersedia 255 unit kapal dengan kapasitas 6,1 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan. Prasarana yang tersedia meliputi 15 lintas penyeberangan serta 29 pelabuhan. Angka tersebut menjadi gambaran besarnya skala layanan yang disiapkan pemerintah.

Optimalisasi kapasitas ini diharapkan mampu mengakomodasi lonjakan arus mudik secara maksimal. Pemerintah terus memantau kesiapan sarana dan prasarana agar tetap dalam kondisi prima. Keselamatan dan kenyamanan menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan angkutan Lebaran.

Dukungan Moda Transportasi Lainnya

Selain sektor laut dan penyeberangan, transportasi darat juga disiapkan secara menyeluruh. Sarana yang tersedia mencapai 31.345 unit bus dengan kapasitas 1,2 juta tempat duduk. Prasarananya meliputi 115 terminal tipe A dan 62 terminal tipe B.

Sementara transportasi udara yang tersedia adalah 392 unit pesawat dengan kapasitas 8,2 juta penumpang dan prasarananya sebanyak 257 bandar udara. Moda ini menjadi alternatif penting bagi masyarakat yang ingin menempuh perjalanan jarak jauh dengan waktu lebih singkat. Kesiapan armada udara turut memperkuat konektivitas antarwilayah.

Untuk transportasi kereta api tersedia 3.821 unit sarana dengan kapasitas antarkota sebanyak 3,58 juta penumpang, regional 2,9 juta penumpang, dan komuter 51,5 juta penumpang dengan prasarana sebanyak 668 stasiun. 

Integrasi berbagai moda ini menjadi bagian dari strategi nasional menghadapi puncak arus mudik. Dengan sinergi lintas sektor, pemerintah berharap perjalanan masyarakat saat Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Terkini