Menhub Siapkan Lima Jalur Penyeberangan Lintas Jawa-Sumatera Guna Kelancaran Transportasi Lebaran 2026

Rabu, 18 Februari 2026 | 11:06:00 WIB
Menhub Siapkan Lima Jalur Penyeberangan Lintas Jawa-Sumatera Guna Kelancaran Transportasi Lebaran 2026

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi secara resmi menyiapkan lima jalur penyeberangan strategis untuk memperlancar arus mudik dan balik lintas Jawa-Sumatera pada periode Lebaran 2026.

Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan yang biasanya terfokus hanya pada satu titik, sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan optimal.

Menhub menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur pelabuhan dan ketersediaan kapal menjadi kunci utama dalam melayani lonjakan penumpang yang diprediksi akan sangat masif tahun ini.

Dalam rapat koordinasi di Bandar Lampung pada Selasa, 17 Februari 2026, ditegaskan bahwa koordinasi lintas sektor antara Kemenhub, pemerintah daerah, dan operator pelabuhan telah diperkuat.

Upaya ini merupakan bagian dari manajemen operasional transportasi nasional guna memastikan pengalaman mudik yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi seluruh warga.

Rincian Lima Jalur Penyeberangan Utama Jawa-Sumatera

Pemerintah telah memetakan rute-rute spesifik untuk membagi beban kendaraan berdasarkan golongan dan kebutuhan darurat sebagai berikut:

Lintas Merak – Bakauheni: Jalur utama yang melayani kendaraan pribadi dan penumpang umum secara reguler.

Lintas Ciwandan – Bakauheni: Difokuskan untuk membantu kelancaran arus kendaraan tertentu.

Lintas Ciwandan – PT Wijaya Karya Beton: Jalur tambahan untuk efisiensi distribusi.

Lintas BBJ Bojonegara – BBJ Muara Pilu: Jalur khusus yang disiapkan untuk melayani kendaraan truk golongan besar (Golongan VIII dan IX).

Lintas PT Krakatau Bandar Samudera – Pelabuhan Panjang: Disiagakan sebagai langkah kontingensi (contingency plan) jika terjadi kepadatan luar biasa di jalur utama.

Kesiagaan Armada Dan Fasilitas Penyeberangan

Untuk mendukung lima jalur tersebut, Menhub telah meminta agar setiap dermaga di pelabuhan tidak boleh kosong dan harus selalu ada kapal yang bersiaga mengangkut penumpang.

Secara nasional, transportasi penyeberangan pada Lebaran 2026 ini akan didukung oleh:

255 unit kapal dengan total kapasitas angkut mencapai 6,1 juta penumpang.

Kapasitas angkut kendaraan sebanyak 770 ribu unit.

Pengoperasian di 15 lintas penyeberangan dan 29 pelabuhan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Antisipasi Cuaca Ekstrem Dan Kemacetan Jalur Arteri

Selain kesiapan armada, Kemenhub juga memberikan perhatian khusus pada faktor alam dan hambatan di jalan raya menuju pelabuhan:

Koordinasi BMKG: Antisipasi cuaca ekstrem di perairan dengan opsi modifikasi cuaca jika diperlukan untuk menjamin keamanan penyeberangan.

Sistem Tunda (Delaying System): Penerapan sistem tunda di 10 titik jalan tol dan arteri menuju Pelabuhan Bakauheni guna mencegah penumpukan kendaraan di area pelabuhan.

Pasar Tumpah: Pemetaan enam lokasi pasar tumpah di wilayah Lampung (seperti Pasar Natar dan Pringsewu) yang berpotensi menghambat arus transportasi darat menuju simpul penyeberangan.

Komitmen Pelayanan Transportasi Terintegrasi

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang turut hadir dalam koordinasi tersebut menyatakan kesiapan daerahnya sebagai simpul transportasi terpadat kedua setelah Banten.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat meminimalkan waktu tunggu di pelabuhan serta meningkatkan efisiensi pergerakan orang dan barang antar pulau.

Menhub mengimbau seluruh operator penyeberangan untuk memberikan layanan prima sebagaimana standar yang telah diterapkan pada periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya.

Pemerintah optimis bahwa dengan pengaturan lima jalur ini, tantangan kemacetan di lintas Jawa-Sumatera dapat teratasi dengan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Terkini