JAKARTA - Pihak KAI Divisi Regional II Sumatera Barat mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas menunggu buka puasa atau ngabuburit di area jalur kereta api.
Langkah preventif ini diambil guna menjamin keselamatan nyawa warga serta memastikan operasional perjalanan kereta api berjalan lancar tanpa hambatan selama bulan suci Ramadan tahun ini.
Fenomena berkumpulnya warga di pinggiran rel menjelang waktu berbuka puasa menjadi perhatian serius bagi otoritas transportasi karena risiko kecelakaan yang sangat tinggi di kawasan tersebut.
Larangan Keras Melakukan Aktivitas Berbahaya di Sekitar Jalur Rel
Manajemen KAI menegaskan bahwa jalur kereta api bukan merupakan tempat umum yang bisa digunakan untuk bermain, bersantai, maupun lokasi berkumpulnya massa dalam jumlah banyak setiap harinya.
Bahaya laten selalu mengintai siapa saja yang berada di ruang manfaat jalur kereta api mengingat kecepatan kereta yang melintas sulit diprediksi secara kasat mata oleh warga sipil.
Petugas keamanan stasiun dan tim patroli jalur akan dikerahkan secara rutin untuk membubarkan kerumunan warga yang nekat menghabiskan waktu sore mereka di titik-titik rawan kecelakaan tersebut.
Sanksi Hukum Bagi Pelanggar Aturan Keselamatan Perkeretaapian Nasional
Masyarakat perlu memahami bahwa beraktivitas di jalur kereta api merupakan tindakan pelanggaran hukum yang dapat dikenakan sanksi pidana maupun denda administratif sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Aturan mengenai keselamatan perkeretaapian sudah sangat jelas melarang siapa pun berada di ruang jalur kereta tanpa izin resmi karena dapat membahayakan perjalanan sarana transportasi massal tersebut.
Pihak KAI tidak segan untuk menindak tegas oknum yang membandel demi memberikan efek jera agar tradisi ngabuburit di lokasi ekstrem ini tidak terus berulang setiap tahunnya.
Edukasi Kolektif Terhadap Kesadaran Masyarakat di Wilayah Pemukiman
Selain penindakan, KAI Divre II Sumbar juga terus melakukan sosialisasi kepada warga yang tinggal di pemukiman padat penduduk yang bersinggungan langsung dengan jalur besi kereta api utama.
Para tokoh masyarakat dan orang tua diharapkan ikut berperan aktif dalam mengawasi anak-anak mereka agar tidak bermain di area rel yang sangat membahayakan keselamatan jiwa mereka sendiri.
Kerja sama antara masyarakat dan operator kereta api sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan transportasi yang aman serta mendukung kelancaran distribusi logistik maupun mobilisasi penumpang di wilayah tersebut.
Risiko Kecelakaan Fatal Akibat Kurangnya Kewaspadaan Warga Lokal
Banyak kasus kecelakaan tragis terjadi akibat kelalaian warga yang terlalu asyik beraktivitas di rel tanpa menyadari kedatangan kereta api yang memiliki jarak pengereman sangat panjang sekali.
Suara bising di sekitar lokasi seringkali menutupi bunyi klakson lokomotif sehingga warga tidak sempat menyelamatkan diri saat kereta api sudah berada dalam posisi yang sangat dekat sekali.
Oleh karena itu, menjauhi area rel adalah pilihan paling bijak bagi masyarakat yang ingin menikmati waktu sore dengan tenang dan aman bersama anggota keluarga tercinta mereka.
Alternatif Lokasi Ngabuburit yang Lebih Aman dan Representatif
Pemerintah daerah bersama KAI menyarankan warga untuk mencari lokasi alternatif lain yang jauh lebih aman seperti taman kota, lapangan, maupun area publik yang memang disediakan untuk bersantai.
Tempat-tempat tersebut tidak hanya lebih aman namun juga menawarkan fasilitas yang lebih memadai untuk menunggu datangnya waktu berbuka puasa tanpa harus mempertaruhkan nyawa di jalur perlintasan.
KAI berkomitmen untuk terus menjaga keamanan operasional kereta api di Sumatera Barat agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan rasa nyaman tanpa ada gangguan kecelakaan transportasi.
Hingga hari Sabtu 21 Februari 2026, pemantauan di beberapa titik rawan terus diperketat oleh personel keamanan guna memastikan instruksi keselamatan ini dipatuhi secara penuh oleh seluruh warga sekitar.
Dukungan penuh dari semua pihak sangat diharapkan agar angka kecelakaan di perlintasan sebidang maupun jalur terbuka dapat ditekan hingga mencapai titik nol pada periode Ramadan kali ini.
Keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari kesadaran individu untuk tidak melakukan hal-hal konyol yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain di ruang publik.