Pertumbuhan Kredit Perbankan Tinggi Jadi Pendorong Utama Ekonomi Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 14:59:28 WIB
Pertumbuhan Kredit Perbankan Tinggi Jadi Pendorong Utama Ekonomi Nasional

JAKARTA - Penyaluran kredit perbankan di awal 2026 menunjukkan tren yang positif. 

Total kredit yang disalurkan mencapai Rp 8.416 triliun dengan pertumbuhan 10,2% secara tahunan. Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 9,3% dan menandai optimisme pasar keuangan domestik.

Kredit korporasi menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut. Berdasarkan data, kredit korporasi tumbuh 15,2% secara tahunan, meningkat dari 14,6% bulan sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan ekspansi perusahaan di sektor-sektor strategis dan kesiapan mereka menghadapi permintaan ekonomi yang meningkat.

Sementara itu, kredit perorangan juga menunjukkan kenaikan. Kredit perorangan tumbuh 4,3% dari 3,1% bulan sebelumnya. Lonjakan ini menunjukkan konsumsi rumah tangga mulai meningkat seiring membaiknya daya beli masyarakat di awal tahun.

Kredit Modal Kerja dan Investasi Menguat

Kredit Modal Kerja (KMK) pada Januari 2026 tumbuh 4,8% secara tahunan, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 4,4%. Pertumbuhan ini didorong oleh sektor Listrik, Gas, Air Bersih, dan konstruksi yang membutuhkan pendanaan tambahan. Penyaluran KMK yang meningkat menandakan optimisme dunia usaha dalam menghadapi proyek-proyek baru.

Kredit Investasi (KI) juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 21,9% tahunan, naik dari 20,5% bulan sebelumnya. Kenaikan terutama bersumber dari sektor pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan, serta konstruksi. Peningkatan KI ini mendukung perluasan kapasitas produksi dan investasi jangka panjang bagi perusahaan.

Selain itu, pertumbuhan kredit investasi memperkuat struktur ekonomi nasional. Alokasi dana untuk ekspansi dan pembangunan proyek strategis menjadi lebih efisien. Langkah ini mendukung pemulihan ekonomi secara berkelanjutan dan memperkuat lapangan kerja.

Kredit Konsumsi dan Properti Menguat

Kredit Konsumsi (KK) tumbuh 7,2% tahunan, meningkat dari 6,4% bulan sebelumnya. Lonjakan ini terutama didorong oleh kredit multiguna yang tumbuh 9,9%, naik dari 7,7%. Peningkatan kredit konsumsi mencerminkan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa.

Selain itu, penyaluran kredit properti juga mengalami penguatan. Pertumbuhan kredit properti mencapai 14,1% dari 13,1% bulan sebelumnya. Kenaikan ini terutama berasal dari kredit konstruksi yang melonjak 34,4%, menunjukkan geliat sektor properti semakin positif.

Kredit konsumsi dan properti yang meningkat menjadi indikator kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha. Kenaikan ini mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Selain itu, kondisi ini mendukung stabilitas keuangan nasional.

Kredit UMKM Masih Perlu Dukungan

Meski tren kredit secara umum positif, kredit untuk UMKM masih terkontraksi 0,5% tahunan. Kondisi ini sedikit membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang terkontraksi 0,3%. Kredit usaha mikro tumbuh tipis 0,1%, sementara kredit usaha kecil dan menengah masing-masing terkontraksi 1,0% dan 1,1%.

Kontraksi kredit UMKM terutama dipicu penurunan Kredit Modal Kerja yang terkontraksi 4,8%. Hal ini menunjukkan UMKM masih menghadapi tantangan dalam memperoleh pembiayaan. Dukungan perbankan lebih intensif diperlukan agar sektor ini dapat berkembang.

Meski demikian, perbaikan kecil pada kredit UMKM menunjukkan adanya sinyal positif. Dengan kebijakan pendukung yang tepat, sektor ini dapat kembali meningkat. UMKM memiliki peran strategis dalam menyerap tenaga kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Dampak dan Harapan Pertumbuhan Kredit

Pertumbuhan kredit yang tinggi memberikan dampak positif terhadap ekonomi nasional. Penyaluran kredit korporasi, konsumsi, dan properti mendorong aktivitas ekonomi lebih luas. Sektor-sektor strategis menerima pendanaan yang mendorong produktivitas dan ekspansi usaha.

Selain itu, pertumbuhan kredit investasi menjadi penopang jangka panjang ekonomi nasional. Alokasi dana untuk sektor produktif meningkatkan kapasitas industri. Dengan adanya pertumbuhan kredit yang merata, ketahanan ekonomi menjadi lebih kuat menghadapi fluktuasi global.

Namun, perhatian tetap diberikan kepada UMKM agar tidak tertinggal. Pemerintah dan perbankan diharapkan dapat menyusun strategi khusus untuk memperkuat akses pembiayaan. Dengan kombinasi pertumbuhan kredit yang sehat dan dukungan bagi UMKM, ekonomi nasional diyakini dapat bergerak lebih cepat dan inklusif.

Terkini