Sukabumi Siapkan PLTB

Rabu, 27 Agustus 2025 | 09:23:15 WIB
Sukabumi Siapkan PLTB

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT). Salah satu langkah penting yang tengah diupayakan adalah menggandeng investor asing untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Energi yang bersumber dari angin ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada energi fosil, khususnya batubara, yang hingga kini masih mendominasi kebutuhan energi industri.

Langkah strategis tersebut bermula dari pertemuan antara pemerintah daerah dengan calon investor asal Tiongkok yang berkantor pusat di Singapura. Kehadiran mereka menandakan adanya minat serius untuk menanamkan modal di bidang energi ramah lingkungan di Sukabumi.

Komitmen Daerah Mendukung EBT

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyebutkan bahwa rencana investasi ini sejalan dengan kebijakan energi nasional. Menurutnya, pemerintah pusat telah menetapkan target peningkatan bauran energi baru dan terbarukan melalui PP No 79 Tahun 2014.

“Investasi ini sejalan dengan kebijakan energi nasional sebagaimana diatur dalam PP No 79 Tahun 2014. Targetnya, bauran energi nasional dari energi baru dan terbarukan bisa meningkat, sehingga kita terbebas dari emisi karbon yang dihasilkan energi fosil,” ujar Ali.

Dengan pernyataan tersebut, Pemkab Sukabumi menegaskan perannya bukan hanya sebagai penerima investasi, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan nasional mengurangi emisi karbon.

Potensi Angin di Sukabumi Selatan

Kabupaten Sukabumi dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan energi angin. Sejak beberapa bulan terakhir, tim dari calon investor telah melakukan survei di sejumlah wilayah, seperti Ciracap, Surade, Waluran, dan Jampangkulon. Wilayah tersebut dikenal memiliki iklim yang diberkahi dengan hembusan angin yang kencang.

Menurut Ali, proses riset dan kajian ilmiah masih berlangsung dan diperkirakan memakan waktu delapan bulan. Sejumlah peralatan pemancar juga telah dipasang untuk mengukur kestabilan angin. “Memang Mei sampai Agustus relatif stabil, tetapi tetap harus dikaji selama setahun penuh agar hasilnya valid,” jelasnya.

Hasil survei ini akan menjadi dasar kelayakan sebelum investor melangkah ke tahap lelang bersama PLN sebagaimana diatur dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Jika semua berjalan sesuai rencana, PLTB di Sukabumi diproyeksikan bisa menghasilkan hingga 250 megawatt listrik berbasis energi angin.

Nilai Investasi Triliunan Rupiah

Ali Iskandar mengungkapkan bahwa nilai investasi proyek PLTB ini diperkirakan mencapai Rp6–7 triliun. Dana besar tersebut akan difokuskan pada dua area utama, yakni di Kecamatan Ciracap serta kawasan Jampangkulon, Surade, dan Waluran.

Dengan skala sebesar itu, proyek ini bukan hanya akan mendukung pencapaian target energi bersih nasional, tetapi juga berpotensi membuka lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. “Kami berharap investasi ini bisa terealisasi dengan baik. Saat ini memang sudah ada PLTB di Kecamatan Ciemas, tetapi belum beroperasi karena kendala pembelian listrik oleh PLN. Harapannya, proyek baru ini bisa berjalan lebih lancar,” katanya.

Peran Pemerintah Daerah

Demi merealisasikan proyek ini, pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk memberikan berbagai kemudahan bagi investor. Hal ini sejalan dengan amanat Perpres No 79 Tahun 2022 yang menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan melalui insentif dan fasilitas yang memadai.

Ali menambahkan bahwa hingga saat ini, porsi energi terbarukan nasional baru mencapai 13 persen, masih jauh dari target 23 persen. “Percepatan EBT adalah kebutuhan mendesak. Selain menjaga kelestarian lingkungan, juga menjamin keberlangsungan energi bagi masyarakat dan industri,” pungkasnya.

Mengurangi Ketergantungan pada Batubara

Salah satu alasan mengapa energi angin menjadi prioritas adalah tingginya ketergantungan Indonesia pada batubara. Selama bertahun-tahun, batubara menjadi penopang utama pasokan energi, terutama untuk pembangkit listrik. Namun, dampak emisi karbon yang dihasilkan bahan bakar fosil tersebut semakin menjadi perhatian global.

Dengan hadirnya proyek PLTB di Sukabumi, diharapkan daerah ini dapat menjadi pionir transisi energi bersih di Jawa Barat. Keberhasilan proyek ini juga bisa menjadi contoh nyata bahwa pemanfaatan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi daerah.

Harapan Masyarakat Lokal

Selain manfaat bagi lingkungan dan industri, kehadiran PLTB juga diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Investasi besar biasanya akan disertai dengan pembangunan infrastruktur pendukung, perekrutan tenaga kerja, serta peluang usaha baru.

Masyarakat Sukabumi Selatan diyakini dapat merasakan dampak langsung, baik dari sisi peningkatan lapangan pekerjaan maupun perbaikan fasilitas umum. Dengan begitu, proyek ini tidak hanya sekadar menghadirkan energi bersih, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

Masa Depan Energi Bersih di Sukabumi

Rencana pembangunan PLTB di Sukabumi memperlihatkan arah baru dalam pengelolaan energi di daerah. Komitmen pemerintah daerah, dukungan regulasi dari pemerintah pusat, serta minat serius dari investor asing memberikan sinyal positif bahwa transisi energi bersih bukan lagi sekadar wacana.

Ke depan, Sukabumi berpotensi menjadi salah satu pusat energi terbarukan di Indonesia. Jika proyek ini berjalan mulus, daerah tersebut bisa mengurangi ketergantungan pada batubara dan berkontribusi lebih besar dalam pencapaian target energi hijau nasional.

Dengan potensi angin yang melimpah, dukungan kebijakan yang kuat, dan investasi yang signifikan, Sukabumi kini berada di jalur yang tepat menuju masa depan energi berkelanjutan.

Terkini

Hercules TNI Perkuat Misi Kemanusiaan ke Gaza

Jumat, 29 Agustus 2025 | 13:28:40 WIB

Sembako Jatim: Bawang Turun, Cabai Naik

Jumat, 29 Agustus 2025 | 13:32:41 WIB

Monyet Salju Jepang: Cerdas dan Menggemaskan

Jumat, 29 Agustus 2025 | 13:34:04 WIB

UMKM Bibit Ayam Lokal, Pondasi Peternakan Nasional

Jumat, 29 Agustus 2025 | 13:40:44 WIB