Pasar Modal Sumbar Catat Tren Positif

Jumat, 29 Agustus 2025 | 08:47:06 WIB
Pasar Modal Sumbar Catat Tren Positif

JAKARTA - Industri pasar modal di Sumatera Barat menunjukkan perkembangan yang signifikan dengan laju pertumbuhan investor yang konsisten. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat menilai tren positif ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi serta kepercayaan yang terus terjaga terhadap instrumen keuangan yang ada di pasar modal.

Kepala OJK Sumatera Barat, Roni Nazra, mengungkapkan bahwa jumlah Single Investor Identification (SID) di wilayah tersebut terus mengalami peningkatan. Hal ini menjadi indikator penting bahwa partisipasi masyarakat dalam pasar modal semakin luas dan diversifikasi instrumen investasi semakin berkembang.

“Data Juni 2025 menunjukkan total SID berjumlah 209.537 investor atau tumbuh sebesar 13,83 persen secara year on year (yoy),” jelas Roni.

Rincian Pertumbuhan Investor

Jika dilihat lebih rinci, pertumbuhan investor pasar modal di Sumbar tidak hanya terjadi pada satu jenis instrumen. SID saham mencatat kenaikan yang cukup menonjol.

“Dari total SID tersebut, jumlah SID saham adalah 103.797 investor atau tumbuh 23,22 persen (yoy),” terang Roni.

Selain saham, instrumen reksa dana juga menjadi pilihan masyarakat Sumatera Barat. Data menunjukkan jumlah SID reksa dana mencapai 197.745 investor, dengan pertumbuhan 13,33 persen secara tahunan. Sementara itu, instrumen Surat Berharga Negara (SBN) juga memperlihatkan tren yang positif dengan jumlah 8.931 investor atau tumbuh 14,29 persen.

Sedangkan untuk instrumen Efek Beragunan Aset (EBA), meskipun masih sangat terbatas, terdapat tiga investor yang tercatat.

Kondisi ini menunjukkan adanya preferensi masyarakat yang beragam dalam memilih instrumen investasi. Saham dan reksa dana mendominasi, tetapi tren investasi SBN juga terus meningkat seiring kesadaran masyarakat akan pentingnya instrumen yang relatif aman dan terjamin negara.

Dukungan OJK dalam Pengawasan

OJK Sumatera Barat menilai bahwa peningkatan jumlah investor harus dibarengi dengan literasi dan pengawasan yang baik. Pertumbuhan yang signifikan dalam jumlah SID menjadi peluang sekaligus tantangan. Peluang karena semakin banyak masyarakat yang terlibat di pasar modal, namun juga tantangan karena risiko misinformasi, entitas ilegal, dan instrumen berisiko tetap ada.

Dalam laporan sebelumnya, OJK Sumbar bahkan merangkum lebih dari seribu pertanyaan masyarakat terkait entitas yang tidak berada dalam pengawasan resmi. Hal ini menegaskan pentingnya edukasi dan kejelasan informasi bagi investor agar tidak terjebak pada investasi bodong.

Sektor Keuangan Non-Bank Ikut Menunjukkan Performa Baik

Selain pasar modal, sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Sumatera Barat juga mencatat kinerja yang cukup baik, khususnya di segmen perusahaan pembiayaan. Roni Nazra menyebutkan bahwa kinerja positif terlihat dari pertumbuhan pembiayaan yang tetap terjaga serta risiko yang terkendali.

“Per Juni 2025, total pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp5,50 triliun atau tumbuh 1,89 persen (yoy),” ungkap Roni.

Dari sisi risiko, Non-Performing Financing (NPF) tercatat sebesar 2,07 persen. Angka ini menunjukkan perbaikan karena lebih rendah dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya. Artinya, kualitas pembiayaan perusahaan pembiayaan di Sumatera Barat semakin membaik dan tingkat risiko kredit bermasalah dapat ditekan.

Implikasi bagi Perekonomian Daerah

Pertumbuhan investor pasar modal dan peningkatan kinerja IKNB di Sumbar memberikan sinyal positif bagi perekonomian daerah. Partisipasi masyarakat yang semakin aktif dalam investasi bukan hanya memperluas inklusi keuangan, tetapi juga mendukung pembiayaan pembangunan ekonomi lokal.

Dengan meningkatnya jumlah investor saham, reksa dana, maupun SBN, masyarakat Sumatera Barat semakin berperan dalam mendukung stabilitas keuangan nasional. Investasi yang masuk ke pasar modal pada akhirnya akan mendorong pembiayaan perusahaan dan proyek pemerintah yang berimplikasi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, perkembangan perusahaan pembiayaan yang sehat membantu menjaga aliran kredit produktif, terutama bagi sektor usaha kecil dan menengah. Hal ini penting untuk memastikan roda perekonomian daerah tetap bergerak, terutama di tengah tantangan global yang dinamis.

Pentingnya Literasi dan Edukasi Keuangan

Meski tren positif terlihat jelas, OJK menekankan bahwa literasi keuangan harus terus ditingkatkan. Kesadaran berinvestasi perlu diimbangi dengan pemahaman risiko, pilihan instrumen, serta pengenalan terhadap entitas resmi yang diawasi regulator. Edukasi keuangan menjadi kunci untuk memastikan pertumbuhan investor tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga berkualitas.

Di masa depan, OJK Sumatera Barat diproyeksikan akan memperkuat program literasi dan inklusi keuangan, baik melalui kampanye edukasi publik, kerja sama dengan institusi pendidikan, maupun melalui forum-forum komunitas investor. Dengan cara ini, pertumbuhan investor dapat diarahkan pada pilihan investasi yang sehat dan produktif.

Harapan OJK ke Depan

Roni Nazra menegaskan bahwa pertumbuhan pasar modal dan sektor IKNB di Sumbar adalah modal penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Dengan peningkatan jumlah investor dan perbaikan kualitas pembiayaan, Sumbar berpotensi memperluas basis ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing di tingkat nasional.

“Perkembangan ini harus kita sikapi dengan optimis namun tetap berhati-hati. Pertumbuhan pasar modal harus sejalan dengan literasi, perlindungan konsumen, serta pengawasan yang kuat agar industri keuangan di Sumatera Barat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Roni.

Perjalanan pasar modal dan sektor keuangan non-bank di Sumatera Barat menunjukkan tren yang menggembirakan. Pertumbuhan jumlah investor yang konsisten, kinerja perusahaan pembiayaan yang sehat, serta tingkat risiko yang terkendali menjadi indikator positif bagi perekonomian daerah.

Namun, keberlanjutan pertumbuhan ini akan sangat bergantung pada sinergi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat. Dengan dukungan OJK dalam pengawasan, literasi, dan perlindungan, diharapkan pasar modal dan IKNB Sumbar dapat menjadi motor penggerak perekonomian daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Terkini

Makanan Tradisional Dari Jawa Timur

Jumat, 29 Agustus 2025 | 11:02:54 WIB

Makanan Khas Betawi: Kaya Rasa dan Cerita

Jumat, 29 Agustus 2025 | 11:06:52 WIB

Erick Thohir Apresiasi Pemain Diaspora

Jumat, 29 Agustus 2025 | 12:21:09 WIB

Bali Mudah Dijelajahi dengan Transportasi Umum

Jumat, 29 Agustus 2025 | 12:27:39 WIB