OJK

OJK Jawa Barat Edukasi Generasi Muda Kelola Keuangan Lewat Program Ngantri

OJK Jawa Barat Edukasi Generasi Muda Kelola Keuangan Lewat Program Ngantri
OJK Jawa Barat Edukasi Generasi Muda Kelola Keuangan Lewat Program Ngantri

JAKARTA - Membangun masyarakat yang cerdas secara finansial kini menjadi prioritas utama guna menghadapi kompleksitas industri jasa keuangan di masa depan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat secara konsisten memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Salah satu langkah inovatif yang terus digulirkan adalah melalui pembukaan kembali Program Ngantri (Kunjungan Industri).

Inisiatif ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan akan akses edukasi keuangan yang bersifat langsung, aplikatif, dan inklusif. Dengan sasaran utama pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum, Program Ngantri memberikan pengalaman belajar di luar ruang kelas konvensional, di mana peserta dapat berinteraksi langsung dengan regulator sektor jasa keuangan.

Antusiasme Institusi Pendidikan Terhadap Literasi Keuangan

Program ini terbukti mendapatkan sambutan hangat dari berbagai institusi pendidikan, baik dari dalam maupun luar wilayah Jawa Barat. Sepanjang Januari 2026 saja, OJK Provinsi Jawa Barat telah menyelenggarakan tiga sesi Program Ngantri sebagai tindak lanjut atas permohonan kunjungan dari beberapa institusi.

Institusi-institusi tersebut meliputi SMK Taman Karya Madya Ekonomi Kota Cirebon, SMK Avicena Rajeg Kabupaten Tangerang, dan Universitas Pancasakti Tegal. Kehadiran para pelajar dan mahasiswa lintas wilayah ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan pemahaman mendalam terhadap sektor jasa keuangan telah menjadi kesadaran kolektif di kalangan akademisi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen OJK dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan secara masif dan berkelanjutan.

Kurikulum Edukasi Terstruktur bagi Pengunjung

Agar kunjungan tidak sekadar menjadi wisata industri biasa, OJK Jawa Barat telah merancang materi edukasi yang bersifat terstruktur dan komprehensif. Dalam setiap sesi kunjungan, peserta memperoleh edukasi mengenai lembaga jasa keuangan beserta produk dan layanannya secara mendalam.

Selain itu, peserta juga dibekali dengan pengenalan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), yang sangat penting bagi mereka dalam menjaga reputasi kredit di masa depan. Materi lainnya mencakup prinsip perencanaan keuangan yang sederhana dan terukur, serta yang paling krusial di era digital saat ini, yaitu kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan yang berisiko. edukasi ini bertujuan agar masyarakat memiliki tameng yang kuat terhadap tawaran-tawaran finansial yang terlihat menggiurkan namun berbahaya.

Membangun Fondasi Keuangan yang Bijak dan Aman

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, menegaskan bahwa esensi dari Program Ngantri adalah menciptakan kedekatan antara regulator dan masyarakat. Beliau menyampaikan bahwa Program Ngantri dirancang sebagai ruang pembelajaran publik yang inklusif dan mudah diakses oleh masyarakat.

“Program Ngantri kami rancang sebagai ruang pembelajaran publik agar masyarakat tidak hanya mengenal OJK, tetapi juga memahami cara mengelola keuangan secara bijak dan aman," ucap Darwisman pada Senin. Beliau menekankan bahwa tanpa pemahaman yang baik, masyarakat rentan menjadi korban kejahatan keuangan. "Literasi keuangan yang kuat menjadi fondasi penting dalam melindungi masyarakat dari risiko investasi dan pinjaman ilegal,” imbuhnya.

Mendorong Perubahan Perilaku Keuangan Menuju Indonesia Emas

OJK memandang bahwa pengetahuan saja tidak cukup. Dibutuhkan perubahan sikap dan perilaku agar masyarakat benar-benar sejahtera secara ekonomi. Darwisman berharap, melalui penyampaian materi yang komprehensif dan interaktif, Program Ngantri dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap dan perilaku keuangan peserta agar mampu mengambil keputusan keuangan secara cerdas dan bertanggung jawab.

Diharapkan, setelah mengikuti program ini, para pelajar dan mahasiswa dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan terkecil mereka, seperti keluarga dan pertemanan. Dengan demikian, keputusan-keputusan finansial yang diambil oleh masyarakat akan lebih berorientasi pada kemandirian ekonomi jangka panjang, bukan sekadar pemenuhan keinginan sesaat.

Peluang Kolaborasi bagi Masyarakat dan Komunitas

Guna mencapai target inklusi keuangan yang lebih luas, OJK Provinsi Jawa Barat membuka kesempatan bagi satuan pendidikan, komunitas, dan kelompok masyarakat untuk mengajukan kunjungan melalui Program Ngantri. Partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat sangat diharapkan untuk mempercepat pemerataan informasi mengenai jasa keuangan.

Proses pengajuan kunjungan ini sangat terbuka dan transparan. Permohonan akan diproses sesuai ketentuan dan kapasitas penyelenggaraan sebagai bagian dari kontribusi OJK dalam mendukung penguatan literasi dan inklusi keuangan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Melalui langkah-langkah strategis ini, Jawa Barat diharapkan menjadi provinsi dengan tingkat kecerdasan finansial yang tinggi, sekaligus menjadi benteng pertahanan bagi konsumen jasa keuangan di tanah air.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index