BMKG

BMKG Laporkan Peristiwa Gempa Bumi Dangkal Yang Mengguncang Wilayah Perairan Lumajang

BMKG Laporkan Peristiwa Gempa Bumi Dangkal Yang Mengguncang Wilayah Perairan Lumajang
BMKG Laporkan Peristiwa Gempa Bumi Dangkal Yang Mengguncang Wilayah Perairan Lumajang

JAKARTA - Aktivitas tektonik berupa gempa bumi dengan kategori dangkal baru saja dilaporkan mengguncang wilayah perairan di sebelah barat daya Kabupaten Lumajang.

Peristiwa alam ini terjadi pada Rabu 4 Februari 2026 pagi hari dan langsung mendapatkan pemantauan ketat dari pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Berdasarkan data hasil analisis cepat, getaran tersebut bersumber dari kedalaman yang sangat tipis di bawah permukaan laut sehingga menjadi perhatian serius bagi masyarakat.

Informasi Teknis Titik Koordinat Gempa Lumajang

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengonfirmasi bahwa kekuatan gempa yang terjadi pada pukul 04.45 WIB ini memiliki kekuatan magnitudo 2,5. Lokasi pusat getaran secara geografis berada pada titik koordinat 9,16 Lintang Selatan serta 112,97 Bujur Timur yang terletak di wilayah perairan Jawa Timur.

Pusat gempa tersebut berjarak kurang lebih sekitar 117 kilometer ke arah barat daya dari pusat pemerintahan Kabupaten Lumajang dengan kedalaman hanya 5 kilometer. Meskipun kekuatan magnitudonya tergolong kecil, posisi kedalamannya yang sangat dangkal membuat data ini perlu segera diinformasikan kepada publik sebagai bagian dari edukasi bencana.

Dua Aktivitas Gempa Dalam Waktu Berdekatan

Catatan seismik menunjukkan bahwa wilayah Lumajang tidak hanya diguncang satu kali, melainkan terdapat aktivitas gempa lain yang terjadi beberapa saat sebelumnya pada hari yang sama. Pada pukul 04.12 WIB, tercatat adanya gempa dengan magnitudo 2,6 yang berpusat di lokasi yang sedikit berbeda namun masih dalam cakupan wilayah yang berdekatan.

Gempa pertama tersebut berada pada jarak 82 kilometer arah barat daya dari Lumajang dengan tingkat kedalaman yang lebih besar yakni mencapai angka 49 kilometer. Rentetan kejadian ini menandakan adanya pergerakan lempeng tektonik yang cukup aktif di zona subduksi selatan Pulau Jawa yang memang dikenal sebagai area rawan gempa.

Dampak Getaran Terhadap Aktivitas Warga Lokal

Hingga saat berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun adanya korban jiwa yang diakibatkan oleh dua kali guncangan gempa dangkal tersebut. Mengingat skalanya yang berada di bawah magnitudo 3,0, getaran umumnya hanya dapat dirasakan oleh instrumen seismograf dan sangat sulit dirasakan oleh manusia secara langsung.

BMKG mengategorikan kekuatan gempa ini masih dalam taraf aman namun tetap mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kondisi di wilayah pesisir Lumajang dan sekitarnya terpantau tetap kondusif tanpa adanya potensi kenaikan gelombang air laut atau ancaman tsunami yang membahayakan warga setempat.

Pentingnya Mitigasi Bencana Bagi Masyarakat Pesisir

Kejadian gempa bumi dengan kedalaman hanya 5 kilometer di wilayah perairan Jawa Timur menjadi pengingat penting bagi seluruh warga mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Indonesia yang berada di jalur cincin api atau ring of fire memang kerap mengalami aktivitas geofisika serupa yang bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan.

Masyarakat disarankan untuk selalu memperbarui informasi mengenai perkembangan cuaca dan geofisika melalui kanal komunikasi resmi seperti aplikasi seluler dan akun media sosial milik pemerintah. Dengan pemahaman yang baik mengenai karakteristik wilayah tinggalnya, diharapkan risiko akibat bencana alam di masa mendatang dapat diminimalisir dengan baik secara mandiri.

Komitmen BMKG Dalam Layanan Informasi Cepat

Pihak BMKG terus berkomitmen memberikan data secara real-time melalui sistem monitoring yang bekerja selama dua puluh empat jam penuh di seluruh wilayah nusantara Indonesia. Kecepatan penyampaian informasi melalui platform digital seperti media sosial X menjadi prioritas utama agar masyarakat bisa segera mengambil langkah antisipasi yang diperlukan jika dibutuhkan.

Data awal yang dirilis memang bersifat sementara dan bisa saja mengalami perubahan seiring dengan masuknya data tambahan dari sensor-sensor seismik lainnya di lapangan. Transparansi informasi ini merupakan bagian dari upaya negara dalam melindungi segenap warga dari dampak negatif fenomena alam yang terjadi secara dinamis di bumi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index