JAKARTA - Menjamin keselamatan ribuan nyawa penumpang setiap harinya memerlukan lebih dari sekadar operasional rutin; ia menuntut pembaruan infrastruktur yang konsisten dan terukur. Sepanjang tahun 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember telah melakukan langkah masif dalam memodernisasi prasarana perkeretaapian. Upaya ini merupakan bentuk nyata dari komitmen perusahaan untuk menjaga reliabilitas jalur rel di wilayah Jawa Timur bagian timur, mulai dari Pasuruan hingga Banyuwangi.
Upgrade prasarana yang dilakukan secara berkelanjutan ini menyasar titik-titik vital yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi. Dengan mengganti komponen lama dengan material yang lebih mutakhir, KAI Daop 9 berupaya meminimalisir risiko kegagalan teknis yang dapat menghambat mobilitas masyarakat dan arus logistik nasional.
Rekapitulasi Modernisasi Material Jalur Sepanjang Tahun 2025
Selama periode 2025, KAI Daop 9 Jember fokus pada penguatan struktur jalur rel melalui penggantian material utama. Penggunaan rel tipe 54 baru menjadi prioritas karena kemampuannya dalam menahan beban gandar yang lebih besar serta memberikan stabilitas lebih baik pada kecepatan tinggi. Tercatat, sepanjang 4.084 meter rel baru telah terpasang di berbagai lintas strategis.
Selain penggantian rel, aspek bantalan juga menjadi perhatian serius. KAI telah melakukan penggantian sebanyak 600 batang bantalan sintetis. Pemilihan bantalan sintetis ini bukan tanpa alasan; material ini dikenal memiliki usia pakai yang lebih lama dan lebih tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem dibandingkan bantalan kayu konvensional, sehingga faktor keselamatan lintasan dapat ditingkatkan secara signifikan.
Optimalisasi Wesel di Titik Strategis Emplasemen Stasiun
Tidak hanya berfokus pada jalur lurus, KAI Daop 9 juga melakukan peremajaan pada sistem percabangan rel atau wesel. Wesel merupakan komponen kritis yang mengatur perpindahan jalur kereta api, sehingga keandalannya sangat menentukan kelancaran keluar-masuk kereta di stasiun.
Sepanjang 2025, sebanyak 24 unit wesel baru telah dipasang di delapan stasiun strategis. Distribusi pembaruan wesel ini meliputi Stasiun Probolinggo (2 unit), Leces (2 unit), Malasan (3 unit), Klakah (2 unit), Randuagung (4 unit), Jatiroto (4 unit), Tanggul (3 unit), dan Rambipuji (4 unit). Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses manuver kereta api di emplasemen tanpa mengabaikan standar keamanan.
Pendekatan Preventif sebagai Standar Baru Operasional
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan bahwa seluruh rangkaian proyek ini adalah bagian dari strategi proaktif perusahaan. Menurutnya, pemeliharaan tidak boleh hanya menunggu adanya kerusakan, melainkan harus dilakukan sebelum masalah muncul ke permukaan.
“Peningkatan prasarana yang kami lakukan sepanjang 2025 ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menghadirkan transportasi kereta api yang selamat, andal, dan berkelanjutan. Penggantian rel, bantalan, serta wesel di titik-titik strategis bertujuan untuk meminimalkan potensi gangguan operasional sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan KA,” ungkap Cahyo.
Ia juga menambahkan bahwa inspeksi rutin dan peremajaan infrastruktur sesuai standar keselamatan perkeretaapian menjadi napas utama dalam setiap kebijakan yang diambil oleh manajemen Daop 9 Jember.
Proyeksi dan Rencana Strategis Upgrade Prasarana Tahun 2026
Melanjutkan keberhasilan program tahun 2025, KAI Daop 9 Jember telah menyusun peta jalan (roadmap) yang ambisius untuk tahun 2026. Program ini dirancang untuk memastikan kesinambungan kualitas jalur rel agar tetap berada pada performa puncaknya.
Untuk tahun 2026, rencana kerja mencakup penggantian rel tipe 54 baru sepanjang 2.900 meter, khususnya di petak jalan antara Kalisetail hingga Temuguruh. Di lokasi yang sama, sebanyak 750 batang bantalan beton juga akan dipasang guna menggantikan material yang sudah memasuki masa afkir.
Selain itu, KAI juga menargetkan penggantian 1.050 batang bantalan sintetis pada lintas luas mulai dari Pasuruan hingga Ketapang. Dari sisi percabangan, direncanakan ada 10 unit wesel baru tipe 54 yang akan dipasang di beberapa emplasemen, yakni Bangsalsari (1 unit), Ledokombo (2 unit), Sempolan (2 unit), Garahan (4 unit), dan Mrawan (1 unit).
Menjaga Kepercayaan Publik Melalui Ketepatan Waktu dan Keselamatan
Fokus pada wilayah dengan intensitas perjalanan tinggi menjadi kunci dari rencana kerja tahun mendatang. Cahyo Widiantoro berharap bahwa investasi besar pada infrastruktur ini akan berbanding lurus dengan kepuasan pelanggan, terutama dalam hal ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan kereta.
Program tahun 2026 telah kami siapkan untuk melanjutkan peningkatan keandalan prasarana, khususnya di petak-petak dengan intensitas perjalanan tinggi. Harapannya, upaya ini dapat semakin mendukung keselamatan perjalanan, ketepatan waktu KA, serta pelayanan kepada masyarakat.
Sinergi yang dijalin dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga otoritas perhubungan, menjadi pondasi kuat bagi KAI Daop 9 Jember dalam mewujudkan sistem transportasi yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi masyarakat di ujung timur Pulau Jawa. Dengan infrastruktur yang semakin tangguh, kereta api tetap menjadi tulang punggung transportasi massal yang paling andal bagi warga Pasuruan hingga Banyuwangi.