JAKARTA - Pendidikan karakter bagi generasi muda kini tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab tunggal lembaga pendidikan formal. Di tengah derasnya arus informasi dan kompleksitas tantangan sosial, kolaborasi antara institusi keagamaan dan sekolah menjadi kunci utama dalam mencetak generasi yang tangguh. Kabupaten Seluma menunjukkan langkah proaktif dalam hal ini dengan mengintegrasikan peran Kantor Urusan Agama (KUA) langsung ke dalam lingkungan madrasah. Sinergi ini bertujuan untuk memberikan bimbingan yang lebih mendalam, tidak hanya secara teologis tetapi juga praktis dalam menghadapi isu-media sosial dan masalah remaja saat ini.
Langkah ini dipandang sebagai bentuk transformasi layanan publik di mana KUA tidak lagi hanya diidentikkan dengan urusan administrasi pernikahan, melainkan juga sebagai pusat bimbingan moral bagi para pelajar. Dengan hadirnya penyuluh dan penghulu di sekolah-sekolah, diharapkan muncul pemahaman keagamaan yang moderat dan terarah bagi siswa sejak dini.
Apresiasi Atas Kolaborasi KUA Ilir Talo dan MTsN 3 Seluma
Keberhasilan kolaborasi ini mendapatkan perhatian khusus dari otoritas keagamaan di tingkat kabupaten. Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas) Kementerian Agama Kabupaten Seluma, Nanang Hermanto, M.H memberikan apresiasi atas jalinan kerja sama antara Kantor Urusan Agama (KUA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dalam upaya pembinaan keagamaan dan pembentukan karakter siswa. Menurutnya, kesepakatan untuk bekerja sama dalam mendidik siswa adalah langkah yang sangat tepat.
Sinergi ini dinilai sangat krusial dalam memperkuat pendidikan agama yang benar dan mengatasi masalah sosial di kalangan remaja. Hal ini seperti yang dilaksanakan pada sosialisasi pencegahan pernikahan dini yang digelar KUA Ilir Talo bekerja sama dengan MTsN 3 Seluma pada Senin (09/02) lalu. "Kegiatan ini menjadi salah satu contoh nyata dari sinergi KUA dan lembaga pendidikan dalam mendukung kegiatan keagamaan siswa dan membentuk karakter siswa," ujar Kasi Bimas Kemenag Seluma Nanang Hermanto, S.H.I, M.H.
Mempertegas Peran KUA Sebagai Unit Layanan Keagamaan Masyarakat
Lebih jauh, Nanang menjelaskan bahwa kemitraan ini memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak. KUA mendapatkan panggung untuk menyosialisasikan program-program pembinaan keluarga sakinah sejak usia remaja, sementara pihak madrasah mendapatkan tenaga ahli tambahan untuk membina akhlak siswa. Kolaborasi tersebut tidak hanya bermanfaat bagi siswa tetapi juga mempertegas peran KUA dalam masyarakat.
Pemerintah menaruh harapan besar agar komitmen ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata. Harapan besar adalah agar komitmen tersebut dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun generasi yang kuat, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman. Keberlanjutan program ini menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas dari perilaku menyimpang.
Bimbingan Keagamaan Moderat Bagi Generasi Milenial
Tantangan zaman yang semakin dinamis memerlukan pendekatan agama yang relevan dengan pola pikir anak muda. Melalui KUA, Kemenag ingin memastikan bahwa pesan-pesan agama yang sampai ke siswa adalah pesan yang menyejukkan. "Dengan adanya kolaborasi tersebut, diharapkan peran KUA sebagai unit layanan keagamaan dapat dirasakan langsung oleh generasi muda, terutama dalam memberikan bimbingan keagamaan yang moderat dan terarah," harap Nanang.
KUA didorong untuk tidak menjaga jarak dengan masyarakat pendidikan, melainkan menjadi mitra diskusi yang hangat bagi para siswa. Penjelasan mengenai risiko pernikahan dini, misalnya, disampaikan bukan hanya dari sisi hukum agama, tetapi juga dari sisi kesiapan mental dan kesehatan, sehingga siswa mendapatkan gambaran yang utuh dan logis.
Konsistensi Program Pembinaan Remaja Secara Berkelanjutan
Kerja sama yang terjalin saat ini bukanlah sebuah gerakan instan, melainkan bagian dari program rutin yang terus berkontinu. Kolaborasi dan kerja sama seluruh KUA bersama sekolah dan madrasah yang ada merupakan program rutin yang terus berkontinu. Berbagai isu strategis terus diangkat dalam pertemuan-pertemuan tersebut guna memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah di Kabupaten Seluma.
Beberapa apresiasi dan bentuk kerja sama KUA-MTs ataupun sekolah lainnya di antaranya seperti pencegahan kenakalan remaja, sinergi layanan keagamaan, dan lain sebagainya. Melihat dampak positif yang dihasilkan, Kasi Bimas mendorong KUA untuk terus berbagi ilmu dan motivasi kepada siswa, menjadikan KUA sebagai partner pendidik yang dekat dengan madrasah. Melalui hubungan yang erat antara penghulu dan siswa, diharapkan KUA menjadi tempat konsultasi yang nyaman bagi remaja dalam mencari solusi atas masalah keagamaan dan sosial yang mereka hadapi.