KAI

KAI Divre I Sumut Meriahkan Perjalanan Penumpang Melalui Atraksi Barongsai

KAI Divre I Sumut Meriahkan Perjalanan Penumpang Melalui Atraksi Barongsai
KAI Divre I Sumut Meriahkan Perjalanan Penumpang Melalui Atraksi Barongsai

JAKARTA - Stasiun kereta api kini bukan sekadar titik keberangkatan dan kedatangan, melainkan ruang publik yang mampu menghadirkan pengalaman emosional bagi para penggunanya. Memanfaatkan momentum perayaan Tahun Baru Imlek 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara menyulap Stasiun Lubuk Pakam menjadi panggung akulturasi budaya yang meriah. Langkah ini diambil untuk memberikan warna berbeda bagi masyarakat yang tengah melakukan perjalanan di tengah suasana libur panjang.

Pada Selasa, 17 Februari 2026, hiruk-pikuk aktivitas penumpang di stasiun tersebut tampak lebih semarak dari biasanya. Kehadiran atraksi barongsai yang lincah di area stasiun berhasil mencuri perhatian, tidak hanya bagi para pelanggan yang sedang menunggu jadwal keberangkatan, tetapi juga warga sekitar yang antusias menyaksikan kemeriahan tersebut. Selain pertunjukan seni, KAI juga menyisipkan berbagai program interaktif seperti pembagian suvenir dan kompetisi foto guna membangun kedekatan dengan pelanggan.

Wujud Inklusivitas dan Apresiasi Layanan KAI di Hari Raya

Penyelenggaraan acara ini merupakan bagian dari strategi KAI untuk memperkuat citra layanan yang ramah dan inklusif. Di tengah keberagaman masyarakat Sumatera Utara, perayaan hari besar keagamaan di area stasiun menjadi simbol penghormatan terhadap kemajemukan budaya.

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumut Anwar Yuli Prastyo, di Medan, Selasa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus simbol inklusivitas layanan KAI bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia menekankan bahwa sentuhan-sentuhan budaya seperti ini sangat penting untuk menciptakan suasana perjalanan yang lebih hangat.

“Momentum ini kami hadirkan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang berkesan bagi pelanggan, sekaligus merayakan keberagaman budaya di lingkungan stasiun,” katanya. Dengan adanya kegiatan ini, stasiun tidak lagi dirasa sebagai tempat yang kaku, melainkan menjadi fasilitas yang humanis dan rekreatif.

Lonjakan Penumpang di Tengah Arus Balik Libur Panjang

Kemeriahan Imlek di Stasiun Lubuk Pakam ini bertepatan dengan periode sibuk arus balik. Masyarakat yang telah menghabiskan waktu libur panjang bersama keluarga mulai kembali ke rutinitas masing-masing, dan kereta api tetap menjadi pilihan utama berkat ketepatan waktu serta kenyamanannya.

Berdasarkan data KAI Divre I Sumut, tercatat sebanyak 44.350 pelanggan telah menggunakan jasa kereta api selama periode lima hari terakhir (13–17 Februari). Angka ini menunjukkan betapa masifnya pergerakan masyarakat di wilayah Sumatera Utara selama masa liburan tersebut. Khusus di lokasi acara, yakni Stasiun Lubuk Pakam, terdapat 1.941 penumpang yang melakukan perjalanan (naik dan turun) selama periode tersebut.

Data harian juga menunjukkan tren yang tetap kuat. “Untuk keberangkatan hari ini saja, tercatat ada 7.896 pelanggan di wilayah Sumatera Utara. Angka ini kemungkinan masih bertambah karena tiket untuk beberapa rute masih tersedia,” ujar Anwar. Ketersediaan tiket yang tersisa memberikan peluang bagi masyarakat yang belum sempat melakukan pemesanan untuk tetap bisa menikmati layanan kereta api.

Layanan Humanis Tanpa Mengabaikan Standar Keselamatan

Meskipun menghadirkan hiburan yang atraktif, KAI menjamin bahwa aspek operasional dan keselamatan tidak akan terganggu. Atraksi barongsai diatur sedemikian rupa agar tetap berada di zona aman dan tidak menghalangi alur pergerakan penumpang yang hendak naik maupun turun dari gerbong kereta.

Anwar menegaskan bahwa atraksi barongsai ini adalah bagian dari upaya KAI untuk menghadirkan layanan yang lebih humanis dan dekat dengan masyarakat tanpa mengesampingkan standar keselamatan transportasi yang utama. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama yang dipadukan dengan inovasi pelayanan guna meningkatkan kepuasan publik.

Peningkatan volume penumpang yang signifikan pada masa libur Imlek ini menjadi indikator kuat bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api terus terjaga dengan baik. Kereta api dinilai mampu menjawab tantangan kebutuhan transportasi saat hari besar keagamaan dan libur nasional, di mana kepadatan jalan raya biasanya menjadi kendala utama.

Melalui perayaan Imlek di Stasiun Lubuk Pakam ini, KAI Divre I Sumatera Utara berhasil membuktikan bahwa pelayanan prima dapat diwujudkan melalui kombinasi antara keandalan sistem transportasi dan kepedulian terhadap nilai-nilai budaya lokal. Pengalaman perjalanan yang berkesan ini diharapkan dapat terus meningkatkan loyalitas pelanggan di masa-masa mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index