JAKARTA - Bulan Ramadhan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, tidak hanya melalui puasa dan sholat malam, tetapi juga dengan memperkuat hubungan batin kepada Allah SWT.
Salah satu amalan yang sering dilakukan selepas sholat tarawih adalah dzikir, yang berfungsi sebagai sarana menenangkan hati sekaligus memperdalam makna ibadah yang telah dikerjakan.
Dzikir setelah sholat tarawih memiliki nilai spiritual yang besar karena dilakukan pada waktu yang penuh keberkahan. Dalam praktiknya, bacaan dzikir ini beragam, mengikuti tradisi dan rujukan keilmuan yang berkembang di tengah masyarakat Muslim Indonesia. Meski demikian, perbedaan tersebut tidak mengubah tujuan utama dzikir, yakni mengagungkan Allah, memohon ampunan, serta menumbuhkan ketenangan jiwa.
- Baca Juga 7 Bantuan Sosial Cair Awal Ramadan 2026
Sebagaimana diungkap dalam Jurnal Melintasi Perbedaan: Analisis Terhadap Variasi Rakaat Salat Tarawih di Antara Pengikut NU dan Muhammadiyah karya Ahmad Didi Riyadi dan Noor Hasanah, variasi dalam praktik ibadah merupakan kekayaan khazanah Islam yang tidak seharusnya memicu perpecahan. Yang paling utama adalah niat ikhlas dan konsistensi dalam beribadah.
Berikut penjelasan bacaan dzikir setelah sholat tarawih yang umum diamalkan di Indonesia, beserta dasar dan keutamaannya.
Dzikir Setelah Sholat Tarawih dan Witir Versi Pertama
Dalam buku Himpunan Putusan Tarjih (HPT) tentang Salat Tathawwu’, dijelaskan bahwa setelah menunaikan sholat witir, dianjurkan membaca dzikir dengan suara nyaring. Bacaan yang dimaksud adalah:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
Subhānal malikil quddūs
Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Merajai dan Maha Bersih” (dibaca tiga kali)
Kemudian dilanjutkan dengan:
رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
Rabbil malā’ikati war rūh
Artinya: “Yang menguasai para malaikat dan Ruh (Jibril)” (dibaca satu kali)
Amalan ini bersumber dari beberapa hadis sahih, di antaranya riwayat dari Ubay bin Ka’ab dan Abdurrahman bin Abza yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW membaca dzikir “Subhanal malikil quddus” sebanyak tiga kali setelah salam witir dengan suara yang ditinggikan (HR. an-Nasa’i).
Dzikir Setelah Sholat Tarawih Versi Kedua yang Umum Diamalkan
Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, dzikir dilakukan setelah sholat tarawih—baik sebelum maupun sesudah witir—dengan rangkaian bacaan yang lebih panjang. Amalan ini diawali dengan istighfar sebanyak tiga kali:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ
Astaghfirullāhal ‘adhīm
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”
Dilanjutkan dengan tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 33 kali, kemudian ditutup dengan tahlil:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ...
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya…”
Rangkaian dzikir ini menjadi amalan kolektif yang memperkuat suasana kebersamaan dalam ibadah malam Ramadhan.
Doa Kamilin sebagai Penutup Dzikir Tarawih
Salah satu doa yang sangat masyhur dibaca setelah sholat tarawih di kalangan warga NU adalah Doa Kamilin. Doa ini berisi permohonan agar diberikan kesempurnaan iman, keteguhan dalam menjalankan kewajiban, kesabaran menghadapi ujian, serta keselamatan di dunia dan akhirat.
Doa Kamilin juga mencerminkan harapan seorang hamba agar kelak dikumpulkan bersama Nabi Muhammad SAW, para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang shalih. Kandungannya yang panjang dan mendalam menjadikan doa ini sebagai refleksi spiritual yang kuat setelah menjalankan rangkaian sholat malam.
Penjelasan Ulama tentang Keutamaan Dzikir Tarawih
Imam Al-Baghawi dalam kitab Syarh As-Sunnah menjelaskan bahwa bacaan “Subhanal malikil quddus” merupakan bentuk pengagungan kepada Allah sebagai Raja yang Maha Suci dari segala kekurangan. Sementara tambahan “Rabbil malaikati war ruh” menegaskan kekuasaan Allah atas seluruh makhluk-Nya, termasuk para malaikat dan Jibril.
Syaikh Ismail az-Zain dalam Irsyadul Mu’minin ila Fadha’ilidz Dzikr menegaskan bahwa dzikir berjamaah dengan suara keras setelah sholat diperbolehkan dan memiliki keutamaan tersendiri, karena mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan memperkuat syiar ibadah.
Keutamaan Dzikir Setelah Sholat Tarawih
Dzikir setelah sholat tarawih membawa banyak keutamaan. Pertama, dzikir menjadi sarana utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah ayat 152: “Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu.”
Kedua, dzikir memberikan ketenangan hati. Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28 bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. Ketiga, dzikir menjadi sebab turunnya ampunan dosa, sebagaimana hadis riwayat Muslim tentang bacaan tasbih, tahmid, dan takbir setelah sholat yang dapat menghapus dosa meski sebanyak buih di lautan.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Sebaik-baik dzikir adalah ‘Laa ilaaha illallah’.” (HR. Tirmidzi)
Dengan memahami makna dan keutamaan dzikir setelah sholat tarawih, umat Islam diharapkan tidak sekadar melafalkan bacaan, tetapi juga menghayatinya sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT, menenangkan hati, dan memperkuat keimanan sepanjang bulan Ramadhan.