JAKARTA - Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, berhasil menunjukkan kinerja gemilang dalam menarik investasi. Hingga pertengahan tahun ini, realisasi investasi di wilayah tersebut tercatat sebesar Rp1,75 triliun, atau mencapai 77 persen dari target ambisius Rp2,25 triliun untuk 2025. Pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi Pemkab Temanggung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal mulai membuahkan hasil nyata.
Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Temanggung, Dwi Sukarmei, capaian ini merupakan bukti keberhasilan pendekatan proaktif yang diterapkan Pemkab. “Progres ini patut diapresiasi. Berbagai langkah strategis telah diimplementasikan untuk menarik para investor dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” jelasnya.
Keberhasilan Temanggung dalam menjaring investasi tidak lepas dari pendekatan “jemput bola” yang dilakukan Pemkab, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Langkah ini melibatkan komunikasi intensif dengan calon investor, perusahaan lokal, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Selain itu, promosi melalui media sosial menjadi salah satu cara efektif untuk menyampaikan peluang investasi yang tersedia di Temanggung, sehingga menciptakan iklim investasi yang kondusif dan transparan.
Strategi Proaktif Pemkab Temanggung
Untuk mempercepat realisasi investasi dan mencapai target yang telah ditetapkan, Pemkab Temanggung menyediakan berbagai kemudahan bagi investor. Proses perizinan dibuat lebih sederhana dan cepat, sementara penyediaan lokasi strategis bagi para pelaku usaha menjadi salah satu insentif utama. Langkah-langkah ini dirancang untuk menarik minat investor baru sekaligus memperkuat keyakinan investor yang telah ada.
Dwi Sukarmei menekankan pentingnya interaksi langsung dengan calon investor. Tim Pemkab aktif melakukan kunjungan ke berbagai daerah, berdiskusi langsung dengan pihak perusahaan, dan mempresentasikan potensi investasi yang dimiliki Temanggung. Dengan pendekatan ini, informasi mengenai peluang investasi tersampaikan secara menyeluruh dan meyakinkan.
Selain pendekatan konvensional, Pemkab juga memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan promosi. Media sosial dan komunikasi online dengan Kadin dan perusahaan lokal membantu memahami kebutuhan pasar serta menyesuaikan strategi agar investasi yang masuk sesuai dengan potensi daerah. Seluruh upaya ini dirancang untuk menciptakan ekosistem investasi yang sehat, berkelanjutan, dan inklusif.
Peran UMKM dan Perusahaan Besar
Data menunjukkan bahwa investasi di Kabupaten Temanggung berasal dari dua sektor utama yang saling melengkapi: usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perusahaan menengah dan besar. Kedua sektor ini memberikan kontribusi signifikan bagi total realisasi investasi.
Dwi Sukarmei menjelaskan bahwa pada tahun 2024 dan 2025, hampir 49 persen investasi bergerak di sektor UMKM, sementara 51 persen sisanya berasal dari perusahaan menengah dan besar. Distribusi ini menunjukkan keseimbangan kontribusi dari berbagai skala usaha, sekaligus menekankan pentingnya sinergi antara UMKM dan perusahaan besar.
Pendekatan sinergis ini memastikan bahwa pertumbuhan investasi tidak hanya terfokus pada skala usaha tertentu, tetapi merata di seluruh wilayah. UMKM diperkuat melalui dukungan regulasi, pelatihan, dan fasilitas pembiayaan, sementara perusahaan besar diberi kemudahan dalam perizinan dan penyediaan lahan usaha. Kombinasi ini menciptakan ekosistem ekonomi yang dinamis, mendorong pertumbuhan investasi yang berkelanjutan, dan menjaga momentum positif di Kabupaten Temanggung.
Dampak Investasi bagi Masyarakat
Iklim investasi yang kondusif tidak hanya bermanfaat bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi masyarakat lokal. Salah satu dampak langsung adalah penyerapan tenaga kerja. Dengan masuknya investasi baru, peluang kerja bagi warga meningkat, sehingga mendukung kesejahteraan masyarakat secara luas.
Selain itu, pertumbuhan investasi juga berkorelasi dengan peningkatan aktivitas ekonomi daerah. Perputaran uang yang lebih cepat, peningkatan konsumsi, dan munculnya bisnis baru menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan. Dengan demikian, seluruh upaya yang dilakukan Pemkab Temanggung bertujuan untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pemkab Temanggung menegaskan komitmennya untuk terus menjaga iklim investasi agar manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan. Dengan adanya pekerjaan yang layak, ekonomi yang kuat, serta dukungan terhadap UMKM dan perusahaan besar, Temanggung berupaya menuju kemandirian ekonomi yang stabil.
Secara keseluruhan, pencapaian 77 persen dari target investasi bukan sekadar angka, melainkan cerminan keberhasilan strategi yang tepat, pendekatan proaktif, dan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Dengan langkah-langkah ini, Temanggung membuktikan bahwa daerah kabupaten juga mampu menjadi magnet investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.