Stabilitas Perbankan Jadi Pilar Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 25 Agustus 2025 | 10:39:45 WIB
Stabilitas Perbankan Jadi Pilar Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA - Industri perbankan Indonesia kembali menunjukkan ketangguhannya di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global. Dengan struktur likuiditas yang sehat, kualitas aset yang terjaga, serta suku bunga kredit yang mulai menurun, perbankan diproyeksikan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi domestik.

Daya Tahan Perbankan di Tengah Dinamika Global

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa industri perbankan Indonesia mampu bertahan di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, meski terdapat perlambatan pertumbuhan kredit sejalan dengan siklus ekonomi, stabilitas sektor perbankan tetap terjaga.

“Perbankan Indonesia menunjukkan daya tahan yang kuat, di tengah dinamika perekonomian dan politik global,” ujar Dian melalui siaran pers. Hal ini menjadi bukti resiliensi perbankan nasional dalam menghadapi tekanan eksternal maupun internal.

Pertumbuhan Kredit dan Kualitas Aset yang Positif

Pada Juli 2025, pertumbuhan kredit perbankan tercatat sebesar 7,03 persen secara tahunan (yoy). Pertumbuhan ini tetap solid berkat dukungan kualitas aset yang terjaga dan rasio Non-Performing Loan (NPL) yang rendah, yakni di level 2,28 persen. Sementara itu, Loan at Risk (LaR) menurun menjadi 9,68 persen.

Pertumbuhan kredit investasi juga meningkat signifikan sebesar 12,42 persen (yoy), didorong oleh sektor berbasis ekspor seperti pertambangan dan perkebunan, serta sektor transportasi, industri, dan jasa sosial. Dian menilai pertumbuhan ini sejalan dengan sektor-sektor yang menopang pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2025.

Likuiditas dan Dana Pihak Ketiga

Dukungan terhadap pertumbuhan kredit datang dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh tujuh persen (yoy). Peningkatan DPK turut memperkuat likuiditas perbankan, sementara permodalan yang solid dan risiko kredit yang terkendali memberikan stabilitas tambahan bagi sektor ini.

“Kondisi likuiditas yang membaik menunjukkan bahwa kinerja perbankan tetap kuat dengan ditopang implementasi tata kelola yang baik serta mengedepankan prinsip kehati-hatian,” jelas Dian. Hal ini memungkinkan bank tetap melakukan fungsi intermediasi dan mencatatkan pertumbuhan yang stabil meski di tengah sentimen global yang beragam.

Tren Penurunan Suku Bunga Kredit

Seiring dengan penurunan suku bunga acuan BI Rate, rata-rata tertimbang suku bunga kredit rupiah pada Juli 2025 turun tujuh basis poin dibandingkan tahun sebelumnya, khususnya pada kredit produktif. Tren penurunan ini diperkirakan akan berlanjut sepanjang tahun.

Dian menjelaskan bahwa ruang penurunan suku bunga kredit masih ada, terutama sejalan dengan ekspektasi penurunan suku bunga global di paruh kedua 2025 dan BI Rate yang menargetkan lima persen per 20 Agustus 2025.

Strategi Pendanaan Bank untuk Menurunkan Bunga Kredit

OJK menekankan pentingnya strategi pendanaan bank, terutama peningkatan porsi dana murah, untuk menciptakan ruang penurunan bunga kredit yang lebih signifikan. Hal ini diharapkan mendorong kredit produktif dan konsumtif secara lebih efektif.

“OJK terus mengimbau agar bank dapat secara bertahap menyesuaikan tingkat suku bunganya, agar tetap sejalan dengan kondisi pasar, rasio keuangan yang sehat, dan tidak menciptakan persaingan bunga yang kurang sehat,” kata Dian.

Transparansi dan Perlindungan Konsumen

Selain menjaga stabilitas finansial, OJK juga mendorong industri perbankan untuk meningkatkan transparansi dalam produk dan layanan. Perlindungan konsumen menjadi prioritas agar masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan yang tepat dan aman.

Industri perbankan diharapkan tetap memberikan informasi yang jelas terkait produk kredit, suku bunga, dan biaya tambahan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap perbankan terus terjaga.

Perbankan sebagai Pilar Pertumbuhan Ekonomi

Secara keseluruhan, perbankan Indonesia tetap menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi domestik. Dengan kualitas aset terjaga, likuiditas memadai, pertumbuhan kredit positif, serta kebijakan suku bunga yang mendukung, sektor ini berpotensi mendorong ekonomi nasional tetap stabil meski menghadapi tantangan global.

Stabilitas perbankan juga diharapkan membuka peluang investasi dan pembiayaan yang lebih luas, sehingga mendukung sektor riil dan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Terkini

Honor X9c 5G: Baterai Jumbo & Kamera 108MP

Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:33:27 WIB

Lava Ultra Play 5G: Layar Luas, Kamera Tajam

Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:38:02 WIB

Realme 2 sampai 3 Jutaan: Smartphone Andal Dan Terjangkau

Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:41:34 WIB

Advan G9 Pro: HP Tahan Lama Harga Terjangkau

Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:46:12 WIB