danantara

Lembaga Danantara Bentuk Perminas Demi Kelola Komoditas Logam Tanah Jarang Indonesia

Lembaga Danantara Bentuk Perminas Demi Kelola Komoditas Logam Tanah Jarang Indonesia
Lembaga Danantara Bentuk Perminas Demi Kelola Komoditas Logam Tanah Jarang Indonesia

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anantara atau Danantara secara resmi mengumumkan pembentukan entitas baru bernama Perminas untuk mengelola potensi strategis.

Langkah besar ini diambil pemerintah guna mengamankan sekaligus mengoptimalkan nilai tambah dari komoditas logam tanah jarang yang melimpah di wilayah nusantara.

Pembentukan Perminas menjadi bagian dari strategi jangka panjang negara dalam memperkuat kedaulatan industri berbasis mineral maju di pasar global saat ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Selasa 3 Februari 2026, lembaga baru ini akan fokus pada pengelolaan dari hulu hingga hilir secara profesional.

Logam tanah jarang sendiri merupakan elemen krusial yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan teknologi tinggi seperti kendaraan listrik, semikonduktor, hingga peralatan militer canggih.

Fokus Utama Pengelolaan Mineral Strategis Masa Depan Bangsa

Langkah Danantara membentuk Perminas bertujuan untuk memastikan bahwa kekayaan alam yang bersifat langka ini tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah saja.

Pemerintah ingin memastikan adanya proses hilirisasi yang kuat agar nilai ekonomis yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi maksimal bagi pendapatan negara Indonesia tercinta.

Dengan adanya entitas khusus, pengawasan terhadap sebaran deposit logam tanah jarang di berbagai daerah akan menjadi lebih terintegrasi dan terpantau dengan sangat ketat.

Kehadiran Perminas diharapkan mampu menjawab tantangan kebutuhan komponen teknologi hijau yang semakin meningkat pesat di kancah persaingan industri dunia belakangan ini.

Pada Selasa 3 Februari 2026, ditegaskan bahwa penguasaan teknologi pengolahan logam tanah jarang akan menjadi prioritas utama yang harus segera dicapai oleh manajemen.

Investasi besar dalam riset dan pengembangan akan dikucurkan guna mendukung tenaga ahli domestik agar mampu menguasai teknik pemisahan unsur mineral yang sangat kompleks.

Sinergi Kelembagaan Guna Menarik Investasi Global Secara Masif

Perminas akan berperan sebagai motor penggerak dalam menjalin kerja sama strategis dengan mitra internasional yang memiliki keunggulan teknologi di bidang mineral langka.

Melalui payung investasi Danantara, perusahaan ini diharapkan memiliki daya tawar yang tinggi untuk menarik modal asing dalam membangun pabrik pemurnian di dalam negeri.

Sinergi ini penting dilakukan untuk mempercepat proses transfer teknologi serta membangun ekosistem industri manufaktur yang lebih modern dan berdaya saing tinggi bagi Indonesia.

Pemerintah juga memberikan dukungan penuh melalui regulasi yang memudahkan operasional Perminas dalam memetakan area pertambangan yang memiliki kandungan logam tanah jarang tinggi.

Kerja sama dengan berbagai instansi terkait akan dilakukan untuk memastikan aspek legalitas dan kelestarian lingkungan tetap terjaga selama proses eksploitasi mineral berlangsung.

Dengan tata kelola yang transparan, Perminas diproyeksikan menjadi rujukan bagi perusahaan global yang ingin berinvestasi pada sektor mineral strategis di wilayah Asia Tenggara.

Dampak Hilirisasi Mineral Terhadap Penguatan Ekonomi Nasional Indonesia

Keberhasilan pengelolaan logam tanah jarang oleh Perminas diyakini akan memberikan dampak positif yang sangat luas bagi struktur ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Penciptaan lapangan kerja baru di sektor industri pengolahan akan menyerap ribuan tenaga kerja terampil dan meningkatkan standar kompetensi sumber daya manusia lokal secara signifikan.

Selain itu, kemandirian dalam penyediaan bahan baku industri teknologi akan mengurangi ketergantungan terhadap impor dan membantu menjaga stabilitas neraca perdagangan luar negeri kita.

Pakar ekonomi menyebutkan bahwa langkah berani ini merupakan lompatan besar bagi Indonesia untuk keluar dari zona nyaman sebagai eksportir komoditas tradisional semata.

Pengembangan industri logam tanah jarang akan memicu munculnya industri pendukung lainnya seperti pabrik baterai serta komponen elektronik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Visi besar ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis nilai tambah yang berkelanjutan bagi kemakmuran rakyat di masa depan nanti.

Komitmen Terhadap Standar Lingkungan Dalam Operasional Pertambangan Maju

Meskipun fokus pada pemanfaatan mineral, Perminas berkomitmen untuk tetap menerapkan standar keberlanjutan yang sangat ketat dalam setiap tahapan operasional pertambangan yang dilakukan.

Teknologi penambangan hijau akan diadopsi untuk meminimalisir kerusakan ekosistem serta memastikan pemulihan lahan pasca tambang dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai prosedur.

Perusahaan menyadari bahwa pengelolaan mineral strategis harus berjalan beriringan dengan upaya perlindungan alam demi menjaga keseimbangan ekologi di wilayah sekitar lokasi tambang.

Dukungan masyarakat sangat diharapkan dalam menyukseskan program strategis nasional ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan warga negara.

Edukasi mengenai pentingnya logam tanah jarang bagi kemajuan peradaban manusia modern akan terus disosialisasikan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tingkat masyarakat bawah.

Dengan semangat nasionalisme yang tinggi, Perminas optimis dapat membawa nama Indonesia sejajar dengan negara-negara maju penguasa teknologi mineral dunia dalam beberapa tahun ke depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index