Konsumsi Rumah Tangga

BPS: Konsumsi Rumah Tangga Jadi Faktor Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI

BPS: Konsumsi Rumah Tangga Jadi Faktor Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI
BPS: Konsumsi Rumah Tangga Jadi Faktor Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI

JAKARTA - Kinerja ekonomi nasional sepanjang 2025 menunjukkan daya tahan yang cukup solid. 

Berbagai komponen pengeluaran masih mampu menopang laju pertumbuhan ekonomi. Konsumsi masyarakat menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas tersebut.

BPS: Pertumbuhan ekonomi RI 2025 masih ditopang konsumsi rumah tangga. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut masih ditopang konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto.

Dari sisi pengeluaran, kontribusi kedua komponen itu sangat dominan. Secara akumulatif, konsumsi rumah tangga dan PMTB mencapai 82,65 persen. Kondisi ini menunjukkan kuatnya peran permintaan domestik.

Mobilitas Masyarakat Dorong Pengeluaran Konsumsi

Peningkatan aktivitas masyarakat menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Mobilitas yang lebih tinggi berimplikasi langsung pada kenaikan pengeluaran. Hal ini terlihat dari pola belanja rumah tangga sepanjang 2025.

“Hal ini terutama didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat yang menyebabkan kenaikan pengeluaran untuk makan dan minum, transportasi dan komunikasi, serta penambahan barang modal berupa mesin dan perlengkapan,” ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. Pernyataan tersebut menegaskan keterkaitan antara aktivitas masyarakat dan konsumsi. Dampaknya terasa luas pada berbagai sektor ekonomi.

Produk Domestik Bruto mencerminkan kinerja ekonomi secara menyeluruh. PDB atas dasar harga konstan tercatat Rp13.580,5 triliun. Sementara PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun.

Konsumsi dan Investasi Jadi Sumber Pertumbuhan Utama

Konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan terbesar sepanjang 2025. Kontribusinya mencapai 2,62 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Peran ini menegaskan pentingnya daya beli masyarakat.

Secara tahunan, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada kelompok restoran dan hotel. Kelompok ini tumbuh 6,38 persen seiring meningkatnya kegiatan wisata akhir tahun.

PMTB menjadi kontributor terbesar kedua terhadap pertumbuhan ekonomi. Sumbangannya tercatat sebesar 1,58 persen. Secara keseluruhan, PMTB tumbuh 5,09 persen sepanjang 2025.

Ekspor dan Distribusi PDB Tetap Berperan

Pertumbuhan PMTB terutama didorong subkomponen mesin dan perlengkapan. Subkomponen ini melonjak 17,99 persen. Kenaikan tersebut dipicu impor barang modal dan meningkatnya produksi mesin dalam negeri.

Net ekspor juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Kontribusinya tercatat sebesar 0,74 persen. Sepanjang 2025, ekspor Indonesia tumbuh 7,03 persen.

Peningkatan ekspor didorong barang nonmigas dan jasa. Beberapa komoditas mencatat kenaikan nilai dan volume. Di antaranya lemak dan minyak nabati, besi dan baja, serta kendaraan dan bagiannya.

Sektor Usaha dan Kinerja Regional Ekonomi

Dalam struktur PDB menurut pengeluaran, konsumsi rumah tangga memiliki porsi terbesar. Konsumsi rumah tangga menyumbang 53,88 persen dari total PDB. PMTB berkontribusi 28,77 persen, sementara ekspor 22,85 persen.

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi. Kontribusinya mencapai 1,07 persen dengan pertumbuhan 5,30 persen. Sektor perdagangan dan pertanian juga menunjukkan kinerja positif.

“Pertumbuhan ini didorong oleh membaiknya industri penghasil komoditas ekspor seperti CPO dan logam dasar, serta meningkatnya produksi tanaman pangan, peternakan, dan perikanan,” ujar Amalia. 

Pada kuartal IV 2025, ekonomi tumbuh 5,39 persen secara tahunan dan 0,86 persen secara kuartalan. Secara regional, wilayah Jawa dan Sulawesi mencatat pertumbuhan di atas rata-rata nasional sepanjang 2025.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index