Mengenal Ragam Baju Adat Jepang: Lebih dari Sekadar Kimono Jepang

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 15:44:51 WIB
Mengenal Ragam Baju Adat Jepang: Lebih dari Sekadar Kimono Jepang

JAKARTA - Ketika berbicara tentang pakaian tradisional Jepang, kebanyakan orang pasti langsung teringat pada kimono. Kimono memang menjadi simbol baju adat Jepang yang populer, terbuat dari bahan berkualitas tinggi seperti sutra atau brokat, serta memiliki usia lebih tua dibandingkan jenis pakaian tradisional lainnya. Namun, Jepang memiliki beragam pakaian adat lain yang juga kaya nilai budaya dan tradisi, meskipun sekilas mirip dengan kimono. Mari kita telusuri beberapa di antaranya.

1. Yukata: Santai dan Ringan untuk Musim Panas

Yukata merupakan pakaian khas Jepang yang terbuat dari katun tipis tanpa lapisan dalam, sehingga nyaman dipakai sehari-hari, bahkan di rumah. Dibandingkan kimono, yukata memiliki desain yang lebih sederhana dan ringan.

Awalnya, yukata hanya hadir dalam warna biru dan putih, tetapi seiring perkembangan zaman kini tersedia dalam berbagai warna, seperti krem, hijau tua, oranye, merah muda, hingga hitam. Motifnya pun lebih beragam, mulai dari bunga, buah, hingga polkadot, sehingga populer di kalangan muda-mudi Jepang.

Seperti kimono, yukata dipadukan dengan obi atau sabuk di pinggang, alas kaki geta atau zori, serta kaus kaki tabi. Gadis-gadis muda sering melengkapi penampilannya dengan jepit rambut, kipas, atau dompet bermotif senada.

2. Furisode: Kimono Formal untuk Wanita Muda

Furisode adalah versi formal dari kimono yang diperuntukkan bagi wanita yang belum menikah. Perbedaan paling mencolok terletak pada lengan yang panjang, bahkan bisa mencapai lantai, menandakan status pemakainya sebagai wanita muda yang belum menikah atau baru memasuki usia dewasa.

Terbuat dari sutra, furisode memiliki desain warna-warni yang cerah. Pakaian ini biasanya dikenakan pada acara resmi, seperti upacara minum teh, perayaan khusus, atau pernikahan.

3. Haori dan Hakama: Pakaian Pria yang Juga Bisa Dipakai Wanita

Haori adalah mantel atau outer yang dipakai di luar kimono, sedangkan hakama adalah celana seperti rok yang dipadukan dengan kimono. Awalnya digunakan oleh pria, kini haori dan hakama juga bisa dikenakan wanita, terutama pada acara-acara formal seperti wisuda universitas.

Pakaian ini menampilkan kombinasi estetika tradisional Jepang dengan kenyamanan yang memadai untuk kegiatan resmi.

4. Jinbei: Santai untuk Musim Panas

Jinbei adalah pakaian adat Jepang yang cocok dikenakan saat musim panas, baik oleh pria maupun wanita. Karena digunakan di musim panas, kain yang dipakai harus ringan dan nyaman agar tubuh tetap sejuk.

Desainnya biasanya cerah dan menampilkan motif yang menggambarkan suasana musim panas. Jinbei terdiri dari atasan dan bawahan, di mana atasan memiliki kancing atau tali pengikat di depan, sementara celana pendek dilengkapi karet di pinggang agar nyaman.

Meskipun terkesan santai, jinbei tetap memegang unsur tradisional Jepang yang kental.

5. Komon: Kimono Kasual dengan Motif Simpel

Komon merupakan salah satu jenis kimono yang terbuat dari sutra dengan motif menutupi seluruh bagian pakaian. Jika kimono digunakan pada acara formal, komon lebih tepat dipakai pada acara kasual atau informal.

Nama “komon” sendiri berarti “sederhana” atau “biasa”, merujuk pada pola motif yang tidak sekompleks kimono formal. Pakaian ini menjadi pilihan populer untuk kegiatan sehari-hari yang tetap ingin menampilkan gaya tradisional Jepang.

6. Fundoshi: Pakaian Dalam Tradisional Pria

Fundoshi adalah pakaian dalam tradisional yang biasa dipakai oleh pria Jepang. Terbuat dari kain panjang yang dililit di pinggang dan dibiarkan terbuka di bagian belakang, fundoshi dulunya digunakan sehari-hari sebelum Perang Dunia II.

Kini, penggunaan fundoshi lebih terbatas pada festival tradisional, terutama oleh atlet sumo atau saat perayaan budaya tertentu. Pakaian ini tetap memiliki nilai historis dan budaya, menjadi simbol tradisi yang lestari.

Dari yukata yang ringan hingga fundoshi yang sarat nilai sejarah, pakaian tradisional Jepang menawarkan ragam pilihan yang mencerminkan budaya, musim, dan status sosial pemakainya. Masing-masing memiliki fungsi dan makna berbeda, tetapi semua tetap mempertahankan esensi estetika Jepang yang unik. Dengan mengenal jenis-jenis pakaian ini, kita bisa lebih menghargai kekayaan budaya Jepang yang lebih luas dari sekadar kimono.

Terkini