JAKARTA - PT Bank BJB Syariah mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan ke segmen Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang signifikan, yakni mencapai 218% (year to date) hingga Juli 2025. Pencapaian ini didorong oleh dorongan pemerintah serta penunjukan BJB Syariah sebagai salah satu bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Direktur Utama Bank BJB Syariah, Arief Setyahadi, menekankan bahwa pertumbuhan ini juga merupakan hasil dari komitmen perseroan untuk membangun ekosistem bisnis yang kuat di segmen UMKM. Fokus utama BJB Syariah berada pada wilayah Jawa Barat, Jakarta, dan Banten.
Komitmen BJB Syariah untuk UMKM
Menurut Arief, kualitas pembiayaan pada segmen UMKM saat ini berada pada posisi 0% NPF (Non-Performing Financing), yang menunjukkan bahwa pembiayaan tersalurkan dengan baik tanpa menimbulkan kredit macet. Adapun sektor yang menjadi prioritas pembiayaan meliputi:
Pendidikan
Kesehatan
Perdagangan
Penyediaan akomodasi dan makanan
Pertanian
“Kami berkomitmen untuk menumbuhkan ekosistem UMKM sehingga dapat memperluas pangsa pasar sekaligus menjaga kualitas pembiayaan,” jelas Arief.
Pertumbuhan pembiayaan UMKM ini sejalan dengan strategi perseroan untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal, sekaligus memperkuat posisi BJB Syariah sebagai bank syariah yang peduli terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Kolaborasi Strategis dan Dukungan Pemerintah
Salah satu faktor utama pertumbuhan signifikan ini adalah kolaborasi BJB Syariah dengan pemerintah sebagai bank penyalur KUR. Program KUR memberikan akses modal dengan suku bunga rendah kepada pelaku UMKM, sehingga mempercepat pertumbuhan usaha kecil dan menengah.
Selain itu, BJB Syariah juga melakukan kerjasama dengan berbagai instansi dan komunitas, baik pemerintah maupun swasta, yang secara khusus menangani segmen UMKM. Kolaborasi ini tidak hanya membantu meningkatkan jangkauan pembiayaan, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang mendukung keberlanjutan UMKM.
“Dengan dukungan dari berbagai pihak, kami optimis pembiayaan UMKM akan terus meningkat. Fokus kami adalah menumbuhkan sektor UMKM secara berkelanjutan sehingga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah,” ujar Arief.
Proyeksi Pertumbuhan dan Tantangan Pasar
Arief memproyeksikan tren penyaluran pembiayaan ke sektor UMKM akan terus meningkat seiring dengan komitmen manajemen yang tinggi. Namun, ia juga mengakui adanya tantangan untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses ke layanan perbankan.
Untuk itu, BJB Syariah terus memperluas jaringan kerja sama dan meningkatkan inovasi layanan, termasuk melalui digitalisasi proses pembiayaan dan pemanfaatan teknologi untuk mempermudah akses kredit bagi UMKM.
“Tren positif ini mendorong kami untuk terus berinovasi, memperluas jaringan, dan memastikan setiap UMKM yang membutuhkan pembiayaan dapat terlayani dengan baik,” tambah Arief.
Peran BJB Syariah dalam Membangun Ekosistem UMKM
Tidak hanya sebagai penyedia pembiayaan, BJB Syariah juga berperan aktif dalam membangun ekosistem UMKM. Upaya ini meliputi pendampingan usaha, pelatihan manajemen keuangan, hingga pemberian informasi terkait strategi pengembangan bisnis.
Pendekatan ini memastikan bahwa UMKM yang mendapatkan pembiayaan tidak hanya memiliki modal, tetapi juga pengetahuan dan dukungan yang cukup untuk mengelola usaha secara berkelanjutan. Dengan demikian, pertumbuhan UMKM tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi individu, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal secara keseluruhan.
Pertumbuhan penyaluran pembiayaan UMKM BJB Syariah sebesar 218% hingga Juli 2025 menunjukkan efektivitas strategi bank dalam mendukung sektor usaha kecil dan menengah. Dukungan pemerintah melalui program KUR, kolaborasi dengan instansi dan komunitas, serta komitmen perseroan dalam membangun ekosistem bisnis menjadi faktor utama keberhasilan ini.
Fokus pada sektor pendidikan, kesehatan, perdagangan, akomodasi, makanan, dan pertanian memastikan pembiayaan tersalurkan secara merata dan berkualitas. Dengan inovasi layanan dan perluasan jaringan kerja sama, BJB Syariah siap menghadapi tantangan pasar yang lebih luas dan memperkuat kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.